Tasmalinda
Minggu, 12 April 2026 | 21:28 WIB
jembatan Ampera, tempat pelaksaaan car free day
Baca 10 detik
  • Pelaksanaan perdana Car Free Day di Kota Palembang pada Minggu pagi menyebabkan kemacetan parah di jalur alternatif.
  • Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan kegiatan tersebut merupakan uji coba dan akan segera dilakukan evaluasi menyeluruh.
  • Masyarakat meminta pemerintah memangkas jalur atau mengatur lalu lintas agar mobilitas warga tetap lancar selama acara berlangsung.

SuaraSumsel.id - Minggu pagi yang seharusnya jadi waktu santai justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi sebagian warga. Di tengah ramainya Car Free Day (CFD) perdana di Kota Palembang, tidak sedikit warga yang justru terjebak kemacetan dan kesulitan beraktivitas.

Sejak pagi, kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik, terutama di jalur penghubung Jembatan Musi IV dan Musi VI. Kendaraan mengular panjang, bahkan nyaris tidak bergerak di beberapa ruas jalan.

Suasana yang di satu sisi menghadirkan ruang bebas kendaraan, di sisi lain justru memicu kemacetan di jalur alternatif.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa pelaksanaan CFD masih dalam tahap uji coba.

“Uji coba CFD dan CFN yang digelar berlangsung aman, lancar, dan warga terlihat sangat antusias,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.

Bagi sebagian warga, CFD bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan hambatan nyata dalam mobilitas.

“Dari pagi mau keluar rumah saja susah, jalan penuh semua. Niatnya mau santai malah jadi stres di jalan,” ujar seorang warga yang tinggal di kawasan terdampak.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lain yang terjebak cukup lama.

“Sudah hampir setengah jam tidak bergerak. Kalau seperti ini tiap minggu, berat juga,” katanya.

Baca Juga: Cari Tempat WFH Tenang di Palembang? Cafe Danau Jakabaring Ini Sepi, WiFi Kencang

Sejumlah warga menilai panjangnya jalur CFD menjadi penyebab utama kemacetan.

Penutupan ruas jalan dalam skala besar membuat arus kendaraan terpusat di titik tertentu, sehingga beban lalu lintas meningkat drastis.

“Kalau bisa jangan sepanjang ini. Dipangkas saja supaya tidak mengganggu,” ungkap seorang pengendara.

Di balik berbagai keluhan, antusiasme masyarakat tetap terlihat tinggi.

Ribuan warga memadati kawasan CFD untuk berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati suasana kota tanpa kendaraan bermotor.

Fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan ruang publik di Palembang. Warga berharap CFD tetap dilanjutkan, namun dengan penyesuaian yang lebih matang.

Load More