- Anak muda dan karyawan kini menjadikan bisnis jastip pempek sebagai sumber penghasilan tambahan yang stabil dengan risiko minim.
- Pelaku usaha disarankan menggunakan sistem pre-order, memilih supplier berkualitas, serta menetapkan harga jual secara strategis untuk keuntungan maksimal.
- Pemasaran melalui media sosial dan pengemasan produk yang aman menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan serta retensi pelanggan.
Tips penting:
- Gunakan vacuum agar pempek tahan lama
- Tambahkan ice gel untuk pengiriman jauh
- Pisahkan cuko agar tidak bocor
Packaging yang rapi dan aman bisa bikin pelanggan balik lagi tanpa kamu harus promosi keras.
Simulasi Cuan Sederhana
Misalnya:
Margin Rp7.000 per paket
40 paket per pengiriman
Artinya kamu bisa dapat sekitar Rp280.000 sekali kirim. Jika dilakukan 2–3 kali seminggu, hasilnya sudah cukup menarik untuk tambahan income.
Meski terlihat mudah, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:
- Pengiriman telat, maka pempek bisa basi
- Komplain rasa atau tekstur
- Ongkir mahal untuk luar kota
- Persaingan jastip makin ramai
Solusinya: jaga kualitas, komunikasi jujur, dan pilih ekspedisi yang cepat.
Bisnis ini sangat cocok untuk:
- Mahasiswa
- Fresh graduate
- Karyawan yang cari side hustle
- Ibu rumah tangga
- Siapa saja yang punya relasi luar kota
Jangan salah, banyak yang memulai dari jastip lalu berkembang menjadi:
- Reseller tetap
- Distributor kecil
- Bahkan brand pempek sendiri
Artinya, ini bukan sekadar “jualan titipan”, tapi bisa jadi pintu masuk ke bisnis kuliner yang lebih besar.
Di tengah banyaknya pilihan side hustle, jastip pempek termasuk yang paling realistis untuk pemula:
modal kecil, risiko minim, dan pasar sudah ada.
Kalau dikelola dengan serius—mulai dari supplier, harga, hingga pelayanan—bukan tidak mungkin bisnis kecil ini jadi sumber penghasilan yang konsisten.
Baca Juga: Sambil Kuliah, Anak Muda Palembang Raup Ratusan Juta dari Agen Lion Parcel
Tag
Berita Terkait
-
Cari Tempat WFH Tenang di Palembang? Cafe Danau Jakabaring Ini Sepi, WiFi Kencang
-
CFD Palembang Hari Pertama Diserbu Warga, Jalanan Malah Lumpuh dan Tuai Protes
-
CFN Sukses Besar, CFD Palembang Malah Picu Macet Parah di Hari Pertama
-
Wajah Baru Pedestrian Atmo Diserbu Warga, CFN Palembang Jadi Magnet Baru Kota Palembang
-
Hidupkan Car Free Night Palembang, Bank Sumsel Babel Percantik Pedestrian Atmo Lewat CSR
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib