- Sindikat hacker asal Tulung Selapan membobol dana BOS SMA Negeri 2 Prabumulih menggunakan teknik brute force sederhana.
- Pelaku berhasil mencuri uang negara sebesar Rp942,8 juta yang kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi serta membeli narkoba.
- Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan membongkar jaringan terorganisir yang melibatkan empat pelaku dengan peran pembagian tugas yang sistematis.
SuaraSumsel.id - Dana pendidikan yang seharusnya menopang kegiatan belajar siswa justru jadi sasaran empuk kejahatan siber. Kasus pembobolan rekening SMA Negeri 2 Prabumulih oleh sindikat hacker asal Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), menguak fakta mencengangkan: hampir Rp1 miliar uang negara raib tanpa jejak dalam waktu singkat.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan akhirnya membongkar praktik ilegal ini. Modus yang digunakan pun terbilang sederhana, namun dampaknya luar biasa besar.
Berikut 4 fakta mengejutkan di balik kasus yang menyita perhatian publik tersebut:
1. Sistem Dana BOS Dijebol Lewat Cara Sederhana
Fakta paling mengkhawatirkan dari kasus ini adalah metode yang digunakan pelaku. Hacker utama berinisial AT (38) disebut hanya memanfaatkan teknik brute force, yakni mencoba berbagai kombinasi username dan password hingga berhasil masuk ke sistem.
Artinya, sistem pengelolaan dana BOS diduga tidak memiliki perlindungan berlapis seperti pembatasan login atau verifikasi tambahan.
Ini menjadi alarm serius: jika satu sekolah bisa ditembus, bukan tidak mungkin sistem lain juga berada dalam risiko serupa.
2. Uang Hampir Rp1 Miliar Dikuras Bertahap
Setelah berhasil masuk ke sistem, pelaku mulai menguras dana BOS secara bertahap. Total kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp942,8 juta.
Baca Juga: Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
Dana tersebut sebelumnya tersimpan dalam rekening resmi sekolah dan seharusnya digunakan untuk operasional pendidikan, mulai dari kebutuhan siswa hingga fasilitas belajar.
Alih-alih digunakan untuk pendidikan, uang itu justru berpindah tangan ke rekening-rekening yang telah disiapkan sindikat.
3. Sindikat Terorganisir, Bukan Aksi Tunggal
Kasus ini bukan dilakukan sendirian. Polisi mengungkap adanya jaringan dengan peran yang jelas:AT (38) sebagai eksekutor utama (hacker), DN (27) sebagai pengendali aliran dana, M (37) dan AA (46) sebagai penyedia rekening penampung.
Dana hasil kejahatan ditransfer ke beberapa rekening berbeda untuk mengaburkan jejak, menunjukkan bahwa aksi ini telah dirancang secara sistematis.
4. Uang Pendidikan Dipakai untuk Narkoba
Berita Terkait
-
Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Profil 4 Pimpinan DPRD Sumsel, Ini Rincian Anggaran Rumah Dinas Miliaran Masing-Masing
-
50 Kilogram Sabu di Rumah Mewah? Begini Cara Jaringan Narkoba Menyamar Orang Kaya Baru
-
Suasana Terkini! Rumah 'Berlapis Emas' Crazy Rich Sumsel Digerebek BNN, Simpan 50 Kilogram Sabu
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Wagub Babel Hellyana Ditahan Usai Divonis Penjara 4 Bulan
-
Apa Itu Senjata Rakitan Jenis Korek Api? Senjata yang Dipakai Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal
-
Saat HUT ke 80 Sumsel, Herman Deru Temui Massa Mahasiswa yang Demo Soal Transparansi Anggaran
-
Cara Melapor Jika Ada Pungli atau Titipan Saat SPMB 2026 di Palembang, Disdik Buka Kanal Pengaduan
-
Kampung Tua di Palembang yang Pernah Disinggahi Bung Karno Kini Jadi Lokasi Festival Kopi