- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan udara gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
- Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan memicu konflik regional serta protes di luar negeri.
- Majelis Ahli bertugas memilih pemimpin baru, sementara masa depan kebijakan luar negeri Iran menjadi tidak pasti.
SuaraSumsel.id - Dunia diguncang setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi meninggal dunia akibat serangan udara oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel di Iran pada 28 Februari 2026. Kabar ini disampaikan langsung oleh media negara Iran serta sumber luar negeri lainnya, menandai perubahan besar dalam dinamika politik republik teokratis tersebut.
Berikut ini 9 fakta penting yang perlu Anda ketahui tentang kematian Khamenei dan dampaknya terhadap Iran serta dunia:
1. Khamenei Dikonfirmasi Tewas dalam Serangan Gabungan AS–Israel
Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel menarget sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk kompleks tempat Khamenei berada di Teheran. Media negara Iran kemudian resmi mengumumkan bahwa Khamenei telah meninggal dunia dalam serangan tersebut.
2. Pemerintah Iran Tetapkan Berkabung Nasional 40 Hari
Setelah pengumuman kematian, otoritas Iran menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang memimpin negara sejak 1989 itu.
3. Konflik Lebih Luas di Kawasan
Serangan ini memicu respons keras dari Iran, termasuk serangan balasan terhadap sasaran Israel dan pangkalan AS di kawasan Teluk. Situasi keamanan pun memanas di beberapa negara tetangga.
4. Protes Regional Meletus di Beberapa Negara
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Kabar kematian Khamenei memicu demonstrasi besar di luar Iran, termasuk di Pakistan dan Irak. Polisi bahkan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berupaya mendekati konsulat AS.
5. Iran Menghadapi Kekosongan Kepemimpinan
Kematian Khamenei menciptakan vakuum politik di puncak struktur kekuasaan Iran, karena beliau sejak lama memegang kontrol atas kebijakan luar negeri, militer, dan kelembagaan negara tanpa penerus yang diumumkan sebelumnya.
6. Proses Suksesi Akan Ditentukan Majelis Ahli
Sesuai konstitusi Iran, Assembly of Experts (Majelis Ahli), yaitu badan ulama yang beranggotakan 88 orang, berkewajiban memilih Pemimpin Tertinggi berikutnya.
Laporan BBC indonesia menyebutkan para ulama dan komandan paling berpengaruh di Iran telah lama bersiap menghadapi peristiwa ini.
Tag
Berita Terkait
-
Travel ke Luar Negeri Makin Nyaman: ATM VISA Bank Sumsel Babel Solusinya
-
Liburan ke Luar Negeri Bajet Rp5 Juta, Emang Bisa? Ini Tips dan Triknya
-
Liburan ke Luar Negeri Gak Harus Mahal! Ini 5 Destinasi Impian dengan Bujet Terbatas
-
Bebas Biaya Konversi Kurs, Transaksi di Luar Negeri Makin Mudah dengan Debit BRI Multicurrency
-
Yuk Nikmati Pengalaman Belanja Luar Negeri Tanpa Biaya Konversi: Pakai Debit BRI Multicurrency
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi