bundaran air mancur (BAM) Palembang
Baca 10 detik
- Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang memicu polemik publik karena interpretasi simbol visual berbeda dari maksud perancang.
- Akademisi mengidentifikasi masalah utama sebagai "kecelakaan semiotika" akibat visualisasi ornamen bunga dan alas yang ambigu.
- Solusi yang diusulkan adalah koreksi bertahap elemen visual seperti morfologi bunga dan penempatan kaligrafi agar maknanya jelas.
Kasus BAM menjadi pengingat bahwa pembangunan ikon kota tidak cukup hanya mengandalkan konsep besar dan niat baik. Ketelitian dalam eksekusi menjadi kunci agar identitas kota tidak justru kabur di mata publik.
Di ruang publik narasi bisa diperdebatkan. Namun bahasa visual akan terus berbicara setiap hari kepada siapa pun yang melintas
Berita Terkait
-
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru, Bukan Sekadar Soal Estetika
-
5 Hal Penting tentang Sejarah Bundaran Air Mancur Palembang yang Perlu Diketahui
-
7 Fakta Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
-
Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru