- Polda Sumsel menggagalkan penyelundupan ribuan kilogram pupuk subsidi di Terminal Kilometer 12 Palembang karena dokumen resmi tidak lengkap.
- Pupuk bersubsidi yang diamankan diduga dialihkan dari jalur distribusi resmi untuk menguntungkan pihak tidak berhak.
- Polisi mengamankan sopir truk dan sedang mendalami rantai distribusi untuk mengungkap aktor utama penyelewengan tersebut.
SuaraSumsel.id - Kejahatan pupuk subsidi kembali terbongkar di Palembang. Polda Sumatera Selatan menggagalkan dugaan penyelundupan ribuan kilogram pupuk subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani, namun diduga hendak dialihkan ke pihak yang tidak berhak. Pengungkapan ini terjadi di kawasan Terminal Kilometer 12 Palembang, jalur strategis distribusi logistik di kota tersebut.
Kasus tersebut terungkap saat petugas dari Subdit Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap sebuah truk pengangkut pupuk. Dari hasil pengecekan, polisi menemukan muatan pupuk dalam jumlah besar yang tidak dilengkapi dokumen resmi sebagaimana diatur dalam distribusi pupuk subsidi.
Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Khoirul Akbar, membenarkan pengungkapan tersebut. Ia menyebut pupuk yang diamankan diduga kuat merupakan pupuk bersubsidi yang diselewengkan dari jalur resmi.
“Kami mengamankan satu unit kendaraan truk yang membawa pupuk dalam jumlah besar tanpa dilengkapi dokumen resmi. Pupuk ini diduga merupakan pupuk subsidi yang disalahgunakan dan akan disalurkan ke pihak yang tidak berhak,” ujar AKBP Khoirul Akbar.
Menurutnya, praktik seperti ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan masuk dalam kategori kejahatan distribusi barang bersubsidi yang berdampak langsung pada petani. Selisih harga pupuk subsidi dan non-subsidi menjadi celah yang kerap dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan.
“Pupuk subsidi seharusnya diterima petani sesuai alokasi. Jika diselewengkan, dampaknya sangat besar karena petani bisa kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam,” tegasnya.
Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan sopir truk beserta kendaraan pengangkut sebagai bagian dari proses penyelidikan. Penyidik kini mendalami asal pupuk, tujuan distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan penyelewengan tersebut.
AKBP Khoirul Akbar menegaskan, penyelidikan tidak akan berhenti pada pelaku lapangan. Polda Sumsel akan menelusuri rantai distribusi pupuk subsidi hingga ke aktor utama yang diduga berada di balik praktik tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri dari mana pupuk ini berasal dan ke mana akan didistribusikan. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum,” katanya.
Baca Juga: Mengulik Alasan PLN Masih Mengangkut Batu Bara Lewat Jalan Darat di Sumsel
Terbongkarnya dugaan penjarahan pupuk subsidi ini kembali menyoroti persoalan distribusi pupuk di lapangan. Di satu sisi, pupuk subsidi menjadi tumpuan petani untuk menjaga produktivitas, namun di sisi lain masih menjadi sasaran kejahatan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Polda Sumsel memastikan komitmennya untuk terus mengawasi distribusi pupuk subsidi dan menindak tegas setiap bentuk penyelewengan. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa pupuk subsidi bukan komoditas bebas, melainkan hak petani yang dilindungi negara.
Tag
Berita Terkait
-
Besok Listrik Padam di Palembang, PLN Jadwalkan Pemadaman Kamis dan Sabtu
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
7 Fakta Tragis Lansia di Palembang Jadi Korban Perampokan, Jasad Ditemukan Membusuk
-
Ziarah Kubro Palembang 2026: Jadwal Lengkap, Rangkaian Acara, dan Maknanya
-
5 Fakta Narkoba Etomidate Berkedok Vape yang Beredar di Palembang
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?