- PTBA memperkuat pengamanan aset IUP Banko Tengah Blok B di Muara Enim melalui pemasangan plang dan pagar sejak 7 hingga 10 Januari 2026.
- Pengamanan ini merupakan tindak lanjut temuan jalan tembus ilegal pada 29 Desember 2025, melibatkan TNI dan personel internal perusahaan.
- Tujuan utama kegiatan ini adalah mencegah penyerobotan lahan serta menutup celah Pertambangan Tanpa Izin (PETI) demi menjaga aset negara.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan langkah serius dalam menjaga aset negara. Perusahaan pelat merah ini memperkuat pengamanan dengan melakukan pemasangan plang dan pagar aset di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Banko Tengah Blok B, tepatnya di Desa Tanjung Lalang dan Desa Pulau Panggung, Kabupaten Muara Enim.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Pemasangan plang dan pagar aset menjadi sinyal tegas PTBA dalam mencegah penyerobotan lahan serta menutup celah pertambangan tanpa izin (PETI) yang berpotensi merugikan negara dan membahayakan lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur internal PTBA dan aparat keamanan. Hadir di lokasi antara lain MOCS Department Head PTBA Taupan Ariansyah, Security Department Head AKBP Eddy Aprianto Haka, Danramil 404-05/Tanjung Enim Kapten Inf Kamaludin, serta jajaran Security Operations, tim Land & Building Asset PTBA, Site Office Maintenance, In-House Mining SHE, hingga personel pengamanan dari Kodam II/Sriwijaya, Kodim 0404/Muara Enim, dan Koramil 404-05/Tanjung Enim.
MOCS Department Head PTBA Taupan Ariansyah menegaskan, pengamanan aset ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga wilayah konsesi dari aktivitas ilegal yang dapat mengganggu operasional pertambangan.
“Kegiatan pemasangan plang dan pagar aset ini adalah langkah tegas untuk mencegah penyerobotan lahan serta aktivitas PETI di area milik perusahaan,” ujarnya.
Didampingi aparat TNI, kegiatan pengamanan dilaksanakan selama empat hari, mulai Rabu (7/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari temuan lapangan pada 29 Desember 2025, ketika PTBA mendapati adanya jalan tembus baru yang diduga menjadi akses pertambangan ilegal di dua titik strategis, yakni di sekitar Pos 3 Pulau Panggung dan Pos 6 Tanjung Lalang.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke Dandim 0404/Muara Enim dan Asops Kodam II/Sriwijaya untuk ditindaklanjuti secara terpadu.
“Sebagai tindak lanjut, PTBA berkoordinasi dengan jajaran TNI untuk melakukan pemasangan plang dan pagar aset, sekaligus menutup akses ilegal yang melintasi lahan bebas PTBA,” jelas Taupan.
Pada hari pertama, selain pemasangan pagar dan plang, tim gabungan juga melakukan pembuatan parit gajah di salah satu jalur PETI serta pemantauan udara menggunakan drone untuk memastikan tidak ada aktivitas penambangan ilegal yang masih berlangsung.
Baca Juga: PTBA Salurkan Beasiswa Ayo Sekolah untuk Dukung Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan
Memasuki hari kedua hingga keempat, fokus kegiatan diarahkan pada penyelesaian pemasangan pagar di area Pos 6 Desa Tanjung Lalang, serta pemasangan plang aset dan pembuatan parit gajah di Pos 3 Desa Pulau Panggung. Selama proses berlangsung, tim secara rutin melakukan pemantauan drone dan memberikan himbauan persuasif kepada masyarakat yang melintas di sekitar lahan PTBA.
Hingga hari keempat pelaksanaan, kondisi di lapangan terpantau aman dan terkendali. Pemasangan pagar dan plang aset ini masih akan dilanjutkan hingga seluruh titik pengamanan rampung, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tujuh hari, tetap berada di bawah pengamanan personel TNI.
Melalui langkah ini, PTBA menegaskan komitmennya dalam melindungi aset negara sekaligus mendukung upaya pemberantasan pertambangan ilegal. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menertibkan PETI demi menciptakan operasional pertambangan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
PTBA Salurkan Beasiswa Ayo Sekolah untuk Dukung Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan
-
PTBA Raih Predikat Badan Publik Informatif 2025, Skor Tertinggi di Sumsel
-
Dari TIBIA ke Inovasi: Fondasi Budaya PTBA Menjawab Tantangan Industri Batu Bara
-
Logistik Sumsel Menggeliat, Pelindo Palembang Catat Lonjakan Arus Barang 2025
-
PT Bukit Asam Gelar RUPSLB Jelang Tutup 2025, Produksi Diproyeksi Naik 9 Persen
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Harga Emas Palembang Awal Juni 2026 Masih Tinggi, Beli Sekarang atau Tunggu Turun Lagi?
-
Biaya Kuliah Anak Naik Terus? Ini Cara Menyiapkan Dananya tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan
-
Harga BBM Pertamina Juni 2026 Berubah, Seberapa Besar Hematnya Jika Pakai Dexlite?