- Saham gorengan adalah saham yang harganya digerakkan pihak tertentu menciptakan kenaikan cepat tanpa dasar fundamental kuat.
- Ciri utamanya meliputi lonjakan harga dan volume mendadak, serta sering dipromosikan masif di media sosial.
- Investor pemula rentan terjebak FOMO akibat notifikasi aplikasi, menyebabkan kerugian saat pelaku utama menjual saham.
SuaraSumsel.id - Kemudahan transaksi saham lewat aplikasi membuat banyak investor pemula tergoda masuk pasar tanpa persiapan matang. Notifikasi pergerakan harga, rekomendasi komunitas, hingga saham yang tiba-tiba naik tajam sering memicu FOMO alias fear of missing out.
Di momen inilah saham “gorengan” kerap menjebak investor yang kurang waspada.
Saham gorengan biasanya digerakkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan euforia sesaat. Harga melonjak cepat, volume tampak ramai, lalu tiba-tiba anjlok ketika pelaku utama melepas sahamnya. Banyak investor ritel baru menyadari risiko ini setelah portofolio berubah merah. Agar tidak terjebak, kenali ciri-ciri berikut sebelum menekan tombol beli.
1. Harga Naik Drastis Tanpa Alasan Fundamental
Saham gorengan sering melonjak tajam tanpa didukung kinerja perusahaan yang jelas. Tidak ada laporan keuangan yang membaik, tidak ada ekspansi signifikan, tetapi harga melesat dalam waktu singkat. Kenaikan seperti ini patut dicurigai.
2. Volume Transaksi Tiba-tiba Meledak
Lonjakan volume mendadak sering dijadikan umpan untuk menarik perhatian. Di aplikasi saham, grafik volume yang “ramai” membuat investor merasa saham tersebut aman. Padahal, volume besar bisa saja hasil transaksi pihak yang sama.
3. Sering Dipromosikan di Grup atau Media Sosial
Ciri lain saham gorengan adalah promosi masif dengan narasi “cuan cepat” atau “tinggal terbang”. Ajakan ini biasanya minim data dan mengandalkan emosi. Investor yang ikut-ikutan tanpa analisis sering menjadi korban terakhir.
4. Perusahaan Minim Informasi dan Jarang Publikasi
Emitennya jarang menyampaikan keterbukaan informasi, tidak aktif memberi kabar bisnis, dan nyaris tak dikenal publik. Saham dengan transparansi rendah berisiko tinggi dimanipulasi karena minim pengawasan dari investor.
5. Harga Mudah Naik, Tapi Jatuh Lebih Cepat
Saat euforia mereda, saham gorengan biasanya turun lebih cepat daripada naiknya. Investor yang telat keluar akan kesulitan menjual karena antrean jual panjang dan likuiditas mendadak mengering.
FOMO adalah musuh utama investor pemula. Alih-alih tergiur pergerakan harga sesaat, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis dan tujuan jangka panjang. Mengenali ciri saham gorengan sejak awal bisa membantu investor terhindar dari kerugian yang seharusnya tidak perlu.
Baca Juga: Berkabut dan Sunyi, Danau Shuji 'Ubud'-nya Sumsel Ini Bikin Hati Langsung Adem
Tag
Berita Terkait
-
5 Kesalahan Investor Pemula di Aplikasi Saham untuk Cegah Rugi Terus
-
5 Cara AI Finansial untuk Membantu Keputusan Investasi Lebih Cerdas bagi Investor Pemula
-
Gen Z Palembang Diajak Tak Cuma Pintar Main Gadget, tapi Juga Cerdas Investasi Saham
-
Panduan Lengkap Investasi untuk Pemula, Dijamin Gak Bikin Pusing!
-
5 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Pemula dan Cara Menghindarinya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang