- Video di TikTok mengklaim sebelas negara mengirim bantuan korban banjir Sumatera, namun hasil verifikasi menyatakan klaim itu menyesatkan.
- Pemeriksaan mendalam menunjukkan video tersebut merupakan rekayasa visual, diduga buatan AI, dengan anomali dan identifikasi negara yang salah.
- Pemerintah Indonesia belum membuka jalur bantuan asing resmi, meskipun ada bantuan kemanusiaan dari Malaysia dan Tiongkok diterima Aceh.
SuaraSumsel.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video yang diklaim menunjukkan sebelas negara mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Aceh dan Sumatera Utara.
Video itu tersebar di TikTok dengan daftar negara donatur lengkap, seperti Iran, Palestina, Malaysia, Jepang, Kanada, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Korea Utara, dan Turki, disertai narasi bahagia: “Alhamdulilah bantuan mulai berdatangan.”
VIDEO berisi klaim bahwa sebelas negara mengirim bantuan untuk bencana Sumatera beredar di TikTok [arsip] pada 5 Desember 2025. Unggahan itu menampilkan pendaratan pesawat dari berbagai negara dan aktivitas relawan yang tengah memproses logistik. Video tersebut mencantumkan daftar sebelas negara donatur, meliputi Iran, Palestina, Malaysia, Jepang, Kanada, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Korea Utara, dan Turki. "Alhamdulilah bantuan mulai berdatangan," tulis pengunggah dalam keterangan video. Namun, benarkah video itu menunjukkan pengiriman bantuan dari 11 negara untuk korban bencana Aceh?
Namun, benarkah video itu benar-benar menunjukkan realisasi bantuan dari sebelas negara?
Hasil cek fakta justru menunjukkan bahwa klaim tersebut menyesatkan dan tidak berdasar. Turn Back Hoax
Hasil Verifikasi dan Temuan Fakta
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID dan Tempo melakukan beberapa langkah verifikasi, termasuk:
- pencarian gambar terbalik (reverse image),
- pemeriksaan visual per adegan,
hingga analisis dengan alat deteksi konten buatan AI.
Hasilnya:
- Video tersebut merupakan produk rekayasa visual dan dugaan konten buatan AI, bukan rekaman nyata proses bantuan dari sejumlah negara. Turn Back Hoax
- Banyak anomali visual di dalam video — seperti proporsi tubuh yang tidak natural dan gambar orang yang tampak seperti area hitam — yang merupakan ciri konten manipulatif. Turn Back Hoax
- Beberapa klaim bantuan negara dalam video bahkan salah identifikasi, misalnya penggunaan logo atau pesawat yang bukan milik negara yang disebut. Turn Back Hoax
Pemerintah Belum Buka Jalur Bantuan Asing
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Link Pendaftaran Kartu Prakerja 2025, Benarkah?
Pemerintah Indonesia belum membuka jalur resmi untuk bantuan asing dalam penanganan dampak banjir dan longsor di Sumatera. Menteri Sekretaris Negara menyatakan bahwa kemampuan penanganan bencana nasional masih memadai dan siap menghadapi tantangan tanpa bantuan luar negeri. Turn Back Hoax
Meski demikian, beberapa daerah — seperti Provinsi Aceh — telah menerima bantuan kemanusiaan dari negara tetangga, termasuk Malaysia dan Tiongkok, berupa tenaga medis dan obat-obatan untuk proses pemulihan di lapangan. Turn Back Hoax
Mengapa Video Ini Bisa Menyesatkan?
Video dengan narasi “bantuan dari banyak negara” semacam ini biasanya dipotong dan diedit dari berbagai sumber tanpa konteks, menggunakan cuplikan berbeda yang digabung menjadi satu cerita utuh, serta memanfaatkan nama negara untuk menarik perhatian dan simpati publik.
Jika dibagikan tanpa verifikasi, konten seperti ini bisa:
- memicu harapan yang salah,
- menyebarkan informasi tidak benar kepada korban atau masyarakat luas,
serta mengaburkan informasi resmi terkait penanganan bencana.
Bagaimana Cara Cek Fakta Sendiri?
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Link Pendaftaran Kartu Prakerja 2025, Benarkah?
-
Cek Fakta: Warga Diiming-Imingi Bansos Rp2 Juta lewat Link Online, Benarkah dari Kemensos?
-
Cek Fakta: Masjid Selamat, Rumah Hanyut Diterjang Banjir, Fakta atau Rekayasa AI?
-
Update Bencana Sumatera: 72 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi di Aceh, Sumut dan Sumbar
-
Cek Fakta: Klaim Anies Dapat Penghargaan Internasional, Benarkah atau Hoaks?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Rayakan Ramadan Lebih Hemat lewat Promo Spesial dari BRI
-
Bukber, Nonton, hingga Belanja Mainan Lebih Hemat dengan Promo BRI Ramadan
-
BRI Pastikan Akses Perbankan Tetap Mudah Selama Libur Idul Fitri 2026
-
Promo BRI KKB Hingga April 2026, Bunga 2,85% Flat dan Proses Pengajuan Serba Digital
-
BRI Rayakan Imlek Bersama Nasabah, Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Pertumbuhan