- Artikel ini mengidentifikasi sembilan mobil bekas seharga sekitar Rp 60 jutaan yang dikategorikan "badak" karena ketangguhannya.
- Karakteristik utama mobil tersebut meliputi mesin tahan banting, biaya perawatan rendah, dan ketersediaan suku cadang melimpah.
- Contoh mobil yang direkomendasikan antara lain Toyota Kijang, Avanza generasi awal, Suzuki APV, dan Isuzu Panther.
SuaraSumsel.id - Buat banyak orang, mobil bukan sekadar alat transportasi tapi partner tempur harian. Dari macet perkotaan, jalanan berlubang, perjalanan luar kota, sampai cuaca ekstrem, yang dibutuhkan adalah mobil yang kuat, bandel, irit, dan minim rewel. Apalagi jika budgetnya sekitar Rp 60 jutaan, tentu harus ekstra hati-hati agar tidak salah pilih.
Kabar baiknya, ada mobil-mobil bekas yang dikenal di komunitas otomotif sebagai “badak”: mesinnya tahan banting, kaki-kakinya kuat, suku cadang melimpah, dan kalaupun ada kerusakan biayanya tetap murah.
Berikut 9 mobil bekas paling badak di bawah Rp 60 jutaan yang siap dipakai tempur harian:
1. Toyota Kijang Super / Kijang Kapsul
Legenda ketangguhan. Servis mudah dan murah, mesin tahan kerja berat, bodi kokoh, dan minim drama.
2. Toyota Avanza Generasi Awal
MPV paling bandel untuk segala kondisi. Cocok untuk harian, keluarga, maupun usaha kecil.
3. Daihatsu Xenia Generasi Awal
Lebih irit biaya dari Avanza, performa stabil, dan kaki-kaki kuat. Unit banyak, suku cadang lebih banyak lagi.
4. Suzuki APV
Mesin kuat, kabin lega, dan bodi keras. Banyak dipakai keluarga, rental, hingga angkut barang ringan.
5. Suzuki Carry / Carry Real Van
Rajanya jalanan kerja. Perawatan super murah, mesin bandel, dan bisa dipakai segala kebutuhan.
6. Toyota Corolla Altis (2001–2005)
Sedan nyaman, irit, dan terkenal minim perawatan. Meski tua, sensasi mengemudinya sangat stabil.
Baca Juga: 8 Mobil Bekas untuk Daerah Jalanan Rusak bagi Pengguna di Sumatra
7. Honda CR-V Gen 1
SUV lawas yang masih jadi idola. Tenaga besar, sasis kuat, dan suspensi nyaman untuk jalan rusak.
8. Mitsubishi Kuda
Diesel maupun bensin sama-sama badak. Mesin kuat, irit, dan banyak digunakan untuk rute antar kota.
9. Isuzu Panther Kotak / Touring
Mesin diesel legendaris. Tahan putaran kerja keras, bahan bakar irit, dan siap dipakai sampai tua.
Kenapa 9 Mobil Ini Disebut “Badak”?
Karena mereka punya karakter yang dicari pengguna kerja keras:
1, Mesin kuat & tahan panas
Tag
Berita Terkait
-
8 Mobil Bekas untuk Daerah Jalanan Rusak bagi Pengguna di Sumatra
-
9 Mobil Bekas Rp 75 Jutaan yang Bisa untuk Harian, Keluarga, sampai Usaha
-
7 Mobil Matic Bekas dengan Biaya Perawatan Transmisi Termurah, Anti Bikin Dompet Kaget
-
6 Mobil Hobi Bekas dengan Biaya Restorasi Murah dan Tampilan Tetap Keren
-
6 Mobil Turbo Bekas untuk Performa Buas di Bawah Rp 250 Juta, Cocok untuk Pecinta Kecepatan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut
-
QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?
-
Dua Sumur Baru Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Migas hingga 4.834 Barel per Hari
-
Kasus Dokter Gigi Palembang: Dari Perselisihan di Jalan hingga Serangan Palu