- Surat terbuka dari Persaudaraan 98 Sumsel kepada Gubernur Herman Deru mengungkap kondisi hutan yang bertentangan dengan narasi resmi.
- Kawasan hutan Sumsel banyak berubah menjadi HTI monokultur dan tambang IPPKH, mengurangi daya serap air tanah.
- Warga mengusulkan sistem "Alarm Rakyat" terintegrasi karena solusi pemerintah dianggap hanya menargetkan dampak hilir.
Kepada Yth. *Bapak Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan*
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pak Gubernur, kami menyimak pernyataan Bapak di media. Bapak menetapkan status "Siaga Bencana" untuk dan bersama para Bupati—sebuah langkah administratif yang kami hargai. Namun, pernyataan Bapak yang merasa "Optimis hutan Sumsel dalam kondisi baik" dan solusi "Kanalisasi air ke laut" membuat kami, rakyat Sumsel, justru semakin cemas dan tidak bisa tidur nyenyak.
Izinkan kami menyampaikan fakta lapangan yang mungkin "hilang" dari meja kerja Bapak:
1. *Hutan Kita Tidak Sedang Baik-Baik Saja, Pak!* Bagaimana bisa Bapak optimis ketika data menunjukkan hutan Sumsel sudah dikavling habis-habisan?
• Hutan kita bukan lagi hutan rimba yang bisa menyerap air seperti spons. Sekitar 1,3 juta hektar kawasan hutan Sumsel sudah berubah menjadi Hutan Tanaman Industri (HTI) monokultur.
• Di hulu, hutan kita bolong-bolong oleh aktivitas pertambangan lewat izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
• Tanah kita jenuh, Pak. Saat hujan deras, air tidak meresap, tapi langsung meluncur membawa lumpur ke pemukiman kami. Menyebut hutan Sumsel "baik" adalah pengingkaran terhadap realita kerusakan ekologis yang masif ini.
2. *Kanalisasi Itu Solusi Hilir, Bukan Penyelamat*. Bapak bicara soal membuat kanal atau kanalisasi agar air langsung ke laut. Tapi tolong ingat hukum alam: Jika hulu gundul, air akan turun dengan kecepatan tinggi membawa sedimen lumpur. Kanal semahal apa pun akan dangkal dalam sekejap. Mengandalkan kanal tanpa memulihkan hutan sama saja seperti mengepel lantai saat atap bocor, tapi gentengnya tidak diperbaiki. Sia-sia.
3. *Kami Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Apel Siaga.* Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah "trailer" film horor yang bisa terjadi di Sumsel kapan saja. Jangan sampai rakyat hanyut karena terlena oleh optimisme pejabat.
Oleh karena itu, kami menuntut langkah *DARURAT SEKARANG JUGA* :
• *Geser Logistik ke Desa Rawan:* Jangan tumpuk perahu karet dan sembako di gudang Pemprov/Pemkab. Distribusikan SEKARANG ke titik-titik merah di desa/kecamatan. Saat banjir datang, jalan putus, bantuan Bapak sering terlambat.
• *Hidupkan "Alarm Rakyat":* Wajibkan komunikasi langsung antara Desa Hulu (pegunungan) dan Desa Hilir. Jika hulu hujan deras, hilir wajib tahu detik itu juga. Nyawa kami bergantung pada peringatan dini ini.
• *Evaluasi Izin Tambang & Kebun:* Berhentilah memberi izin di kawasan resapan air. Audit perusahaan yang "nakal" tidak melakukan reklamasi. Alam tidak bisa disogok dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah).
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Meraih Platium Rating Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
Pak Gubernur, alam tidak berkompromi dengan optimisme atau pidato pejabat. Alam hanya merespons apa yang kita lakukan padanya. Daripada sekadar optimis, Gubernur dan Pemprov Sumsel harus melakukan langkah Antisipatif Radikal dengan Program Jangka pendek terkait kesiapsiagaan bencana serta jangka menengah dan Panjang terkait perbaikan akar masalahnya.
Mohon dengarkan ini sebagai alarm tanda bahaya dari rakyatmu sendiri.
Wassalam,
_Rakyat Sumatera Selatan yang Menolak Tenggelam_
Hormat Kami,
*Dhio D Shineba*
*Ketua Persaudaraan 98* *Sumatera Selatan*
Tag
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Meraih Platium Rating Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Kids Dash BSB Night Run 2025 Jadi Ruang Ramah untuk Semua Anak: Kisah Zeeshan Bikin Terharu
-
7 Kemeriahan BSB Night Run 2025 yang Bikin JSC Pecah Semalam
-
UMKM Panen Untung di BSB Night Run 2025, Race Village Jadi Magnet Pembeli Semalam
-
Bank Sumsel Babel Night Run 2025 Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Padati JSC Malam Ini
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Tips Menata Rumah Minimalis Tipe 36 di Palembang agar Terlihat Luas dan Nyaman
-
Hacks Berburu Pempek Murah di 26 Ilir: Cara Dapat Harga Grosir untuk Stok di Kulkas
-
Jarang Diketahui! 5 Spot Foto Malam di Jembatan Ampera yang Lagi Dicari Wisatawan
-
Perbedaan Tari Tanggai dan Tari Gending Sriwijaya untuk Penyambutan Tamu di Palembang
-
7 Sepatu Lari untuk Ampera Tourism Run 2026 yang Bikin Kamu Kuat Sampai Finish