-
Kejati Sumsel menggeledah kantor PT Semen Baturaja di Palembang terkait dugaan korupsi distribusi semen.
-
Jaksa menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik yang diduga berkaitan dengan penyimpangan distribusi.
-
Kasus ini diselidiki untuk mengungkap dugaan kerugian negara dalam pendistribusian semen di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Kantor PT Semen Baturaja (Persero) Tbk di Jalan Abikusno Cokrosuyoso, Kertapati, Palembang, digeledah oleh tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi distribusi semen.
Penggeledahan juga dilakukan di dua lokasi lain: kantor distributor PTKMM di Jalan Sulaiman Amin dan Jalan Soekarno Hatta, Palembang.
Kasi Penkum Kejati Sumsel, VannyYuliaEkaSari, menyatakan bahwa penyitaan mencakup dokumen, surat, serta barang elektronik seperti CPU yang diperkirakan terkait kejahatan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pendistribusian semen oleh PT KMM dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan pada periode 2018–2022.
Penyidikan telah dimulai sejak diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (SPRIN) pada 24 September 2025, dan penggeledahan dilaksanakan berdasarkan SPRIN 1980/L.6.5/Fd.1/10/2025 serta penetapan PN Palembang.
Apa Yang Diduga Terjadi?
Kasus ini menitikberatkan pada pelaku kegiatan pendistribusian semen yang digelola oleh distributor (PT KMM) dan melibatkan perusahaan semen negeri SMBR sebagai pihak asal produk. Diduga terjadi penyimpangan dalam mekanisme distribusi sehingga produk semen tidak tersalurkan sesuai prosedur atau volume yang dilaporkan berbeda dibanding kenyataan fisik di lapangan.
Sumber internal menyebut bahwa dokumen yang disita akan mengungkap alur distribusi, volume pengeluaran, harga di pasar, serta potensi mark-up atau pemotongan distribusi yang merugikan negara atau pemegang saham.
Industri semen di Sumatera Selatan dan sekitarnya memainkan peranan penting untuk proyek pembangunan infrastruktur, rumah, dan kawasan industri. Dugaan korupsi dalam distribusi bukan hanya soal kerugian finansial, tetapi juga mengganggu suplai, menciptakan persaingan tidak sehat, dan menurunkan kepercayaan publik serta pasar.
Jika terbukti, kasus ini dapat memunculkan preseden untuk penegakan hukum yang lebih tegas terhadap korporasi BUMN atau perusahaan besar di sektor industri strategis.
Baca Juga: Herman Deru Luncurkan Mulok Kemandirian Pangan, Sumsel Jadi Pelopor Nasional
Kejati Sumsel memastikan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan hingga ke akar jaringan, meliputi audit dokumen keuangan, pemanggilan pihak distributor dan pejabat perusahaan semen, serta klarifikasi pihak pemasok, pabrikan, dan pelanggan korporasi.
Publik Sumatera Selatan berharap proses ini berjalan transparan, cepat, dan adil, sehingga kepercayaan terhadap institusi dan sektor industri tetap terjaga.
Berita Terkait
-
Strategi Jitu Semen Baturaja, Laba Bersih Melejit 952 Persen di Semester I 2025
-
Semen Baturaja Gelar Malam Apresiasi Distributor: Perkuat Sinergi, Mantapkan Langkah Menang di Pasar
-
Transformasi Industri Hijau di Sumsel: Semen Baturaja Terapkan Energi Alternatif untuk Tekan Emisi
-
Laba Semen Baturaja Melejit, Dari Single ke Double Digit di Semester I 2025
-
Semen Baturaja Raih Penghargaan Eksekusi Terbaik Industri Semen di SPEx2 Award 2025
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Aset Lewat Kerja Sama dengan Kejari PALI
-
Usai Terima SK Plt Pasca Edison Jadi Tersangka, Bisakah Sumarni Jadi Bupati Muara Enim?
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel
-
Program MBG Bermasalah? Sejumlah Dapur di Sumsel Ternyata Berhenti Sementara