-
Pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun 2025 diproyeksikan mencapai 4,8 hingga 5,6 persen.
-
Bank Indonesia mendorong percepatan infrastruktur dan digitalisasi pajak daerah.
-
Program Peremajaan Sawit Rakyat menjadi fokus untuk menjaga produktivitas perkebunan
SuaraSumsel.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2025 akan tumbuh lebih kuat dibandingkan proyeksi nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumsel diprediksi berada di kisaran 4,8 hingga 5,6 persen (yoy), didorong oleh naiknya daya beli masyarakat, stimulus kebijakan fiskal, dan percepatan pembangunan infrastruktur strategis.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan proyeksi ini menunjukkan tren pemulihan ekonomi daerah yang konsisten.
“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumsel akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dorongan konsumsi rumah tangga, ekspansi investasi, dan peningkatan belanja pemerintah menjadi penopang utama,” ujarnya dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan serta diskusi isu strategis terkini di Sumatera Selatan, “2nd Sriwijaya Economic Forum 2025” dengan tema “Strengthening Investment in South Sumatra to Enhance Economic Resilience Amid Global Headwinds, Selasa (21/10/2025).
Bambang menjelaskan, hingga triwulan II 2025, ekonomi Sumsel tercatat tumbuh 5,42 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,12 persen. Dengan capaian tersebut, Sumsel menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera, hanya terpaut tipis dari Riau.
“Capaian ini tidak hanya menunjukkan daya tahan ekonomi kita, tetapi juga kekuatan sektor riil di daerah. Pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan masih menjadi motor utama,” kata Bambang.
Berdasarkan data BI, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian mencapai 24,25 persen, diikuti industri pengolahan (18,16 persen) dan perdagangan besar dan eceran (14,16 persen). Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan kontribusi 61,69 persen terhadap PDRB.
Pertumbuhan ekonomi juga diperkuat oleh peningkatan aktivitas perbankan. BI mencatat pertumbuhan kredit di Sumsel meningkat dari 7,17 persen menjadi 8,16 persen (yoy), terutama pada sektor modal kerja dan investasi.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,03 persen, ditopang oleh peningkatan tabungan dan deposito masyarakat.
“Kenaikan UMP 6,5 persen dan peningkatan indeks nilai tukar petani (NTP) mendorong daya beli masyarakat. Ini berimbas pada peningkatan konsumsi yang berkelanjutan,” jelas Bambang.
Dorong Investasi dan Hilirisasi
Baca Juga: Sumsel Menuju Investasi Hijau, APINDO Dorong Petani Kopi Jadi Pemain Utama
Bank Indonesia menilai, investasi akan menjadi faktor penting penggerak pertumbuhan tahun depan. Untuk itu, BI bersama pemerintah daerah terus mendorong percepatan proyek strategis dan penguatan industri hilirisasi.
“Penetapan Kawasan Industri Tanjung Enim sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diharapkan mempercepat hilirisasi batubara dan membuka peluang investasi baru,” ujar Bambang.
Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2025. Di antaranya adalah percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas, terutama penyelesaian proyek Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Tanjung Carat yang akan memperlancar arus logistik dan investasi.
BI juga menekankan pentingnya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) guna menjaga produktivitas perkebunan dan memperkuat ekspor berbasis komoditas unggulan daerah. Tak kalah penting, digitalisasi pajak dan retribusi daerah (PDRD) terus didorong untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas basis pendapatan asli daerah (PAD).
Meski outlook ekonomi Sumsel tampak positif, Bambang mengingatkan sejumlah risiko eksternal yang perlu diwaspadai, seperti perang dagang global dan penyesuaian belanja pemerintah pasca Pemilu dan Pilkada 2024.
“Kita perlu menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi tetap terkendali. Kebijakan moneter dan fiskal yang pro-growth dan pro-stability menjadi kunci untuk menjaga momentum,” katanya.
Berita Terkait
-
Sumsel Menuju Investasi Hijau, APINDO Dorong Petani Kopi Jadi Pemain Utama
-
Bukan Palembang! Ini Daerah yang Diam-diam Menarik Investasi Terbesar di Sumatera Selatan
-
Singapura Tanam Rp3,52 Triliun di Sumsel, Bukti Investor Global Kian Percaya pada Daerah Ini
-
Masih Andalkan Skill Ini? Hati-hati, Bisa Jadi Pengangguran di Palembang Tahun 2025
-
Pameran Para Pendiri Bangsa di Palembang, Tampilkan 80 Perangko Langka Bertema Kemerdekaan
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Makan Sepuasnya Murah, Ini 7 Restoran All You Can Eat di Palembang di Bawah Rp150 Ribu
-
Warga Empat Lawang Nikmati Fasilitas Baru dari CSR Bank Sumsel Babel di Hari Jadi Kabupaten
-
Martabak HAR vs Terang Bulan di Palembang: 7 Alasan Duel Kuliner Malam Ini Tak Pernah Mati
-
5 Tempat Makan Burgo dan Celimpungan Terenak di Palembang, Banyak yang Tak Punya Nama
-
Tak Mau Cuma Jual Mentah, BI Sumsel Siapkan Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah