-
Penipuan lowongan kerja bodong di Palembang marak dengan modus janji gaji tinggi.
-
Pelaku meminta uang atau data pribadi pelamar sebelum tahap wawancara resmi.
-
Disnaker Palembang mengimbau warga memeriksa legalitas perusahaan sebelum melamar.
Jika kamu menerima pesan seperti “Tes wawancara via chat saja ya” tanpa jadwal resmi atau alamat kantor, besar kemungkinan itu loker bodong.
Perusahaan profesional biasanya menggunakan alamat email dengan domain resmi (contoh: @company.co.id) dan surat panggilan formal, bukan chat santai via WA.
4. Alamat Kantor Tidak Jelas atau Palsu
Ciri keempat ini sering menjebak pelamar di Palembang.
Penipu akan mencantumkan alamat kantor yang seolah nyata, seperti “Jl. Kolonel H. Burlian No. 89, Palembang. padahal lokasi itu kosong atau tidak ada perusahaan dengan nama yang disebut.
Karena itu, cek alamat kantor di Google Maps atau situs resmi perusahaan sebelum melangkah.
Bisa juga dengan melihat apakah perusahaan tercatat di OSS (Online Single Submission) atau Disnaker Palembang.
5. Diminta Data Pribadi Terlalu Banyak
Banyak loker palsu kini beroperasi untuk mencuri data pribadi, bukan sekadar uang.
Mereka meminta fotokopi KTP, KK, NPWP, bahkan foto buku tabungan sebelum proses wawancara.
Data ini kemudian digunakan untuk mendaftar pinjaman online atau kejahatan digital lainnya.
Tips aman: jangan pernah kirim dokumen sensitif kecuali setelah tanda tangan kontrak resmi dan bertatap muka dengan HRD di kantor yang jelas.
Kasus seperti ini masih marak karena ketidaktahuan pelamar dan lemahnya verifikasi platform lowongan kerja.
Beberapa situs atau grup Facebook sering membiarkan unggahan loker tanpa validasi.
Selain itu, di Palembang banyak warga yang baru pertama kali mencari kerja setelah pandemi dan belum memahami cara memeriksa legalitas perusahaan.
Agar tak terjebak modus serupa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan sebelum mengirim lamaran:
- Cek legalitas perusahaan di situs oss.go.id atau disnaker.palembang.go.id.
- Pastikan domain email perekrut resmi, bukan Gmail atau Yahoo pribadi.
- Hindari lowongan tanpa nama perusahaan dan tanpa alamat kantor.
- Cari review perusahaan di Google atau LinkedIn sebelum melamar.
- Laporkan akun mencurigakan ke situs resmi: cyber.polri.go.id
Maraknya penipuan lowongan kerja di Palembang menjadi pengingat bahwa kehati-hatian adalah bentuk perlindungan diri.
Tag
Berita Terkait
-
Lulusan Tambang dan Perminyakan Masih Diburu? Ini Peluang Karier di Sumsel 2027
-
Siap-siap Kaget! 5 Profesi 'Remeh' Ini Gajinya Diramal Salip ASN di Sumsel 2026
-
Dibuka 5 Hari! Cek Syarat & Jurusan Rekrutmen PLN Group 2025, Link Daftar di Sini
-
Jangan Sampai Ditolak HRD Karena Foto! Ini Cara Sulap Selfie Jadi Foto CV Profesional Pakai AI
-
5 Strategi Pindah Karier Tanpa Harus Jadi Anak Magang Lagi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
NasDem Lepas Tangan dari Iwan Tuaji, Usulkan Pemecatan Usai Jadi Tersangka
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Proyek Rp10 Miliar, Fee Rp1 Miliar dan Uang Rp436 Juta: Ini Temuan Kejati dalam Kasus Iwan Tuaji
-
Kejati Tetapkan Iwan Tuaji Tersangka, Dugaan Fee Rp1 Miliar dari Proyek Rp10 Miliar Terungkap