SuaraSumsel.id - Memiliki gigi putih dan bersih menjadi dambaan banyak orang karena dianggap mampu meningkatkan kepercayaan diri.
Namun, tak sedikit yang enggan pergi ke klinik gigi karena biaya perawatan yang mahal.
Kabar baiknya, ada banyak cara memutihkan gigi secara aman di rumah yang bisa Anda coba, tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Artikel ini akan membagikan berbagai tips alami dan praktis yang terbukti aman untuk menjaga kilau alami gigi Anda. Simak selengkapnya!
1. Gunakan Baking Soda Secara Teratur
Baking soda (sodium bicarbonate) dikenal sebagai bahan pemutih alami yang lembut. Kandungan abrasif ringannya mampu menghilangkan noda permukaan gigi.
Cara pakai:
- Campur 1 sdt baking soda dengan air hingga membentuk pasta.
- Gunakan sebagai pasta gigi, 2–3 kali seminggu.
- Hindari penggunaan berlebihan karena dapat mengikis enamel.
Tips: Pilih pasta gigi yang sudah mengandung baking soda untuk alternatif lebih praktis dan aman.
2. Kumur dengan Minyak Kelapa (Oil Pulling)
Metode ini berasal dari pengobatan tradisional India. Minyak kelapa dipercaya mampu menarik racun dan bakteri dari mulut, sekaligus memudarkan noda pada gigi.
Cara pakai:
Baca Juga: Bukan Cuma Mahal, Ini 5 Alasan Sepatu Hoka Adalah Investasi Kesehatan Kaki
- Ambil 1 sdm minyak kelapa murni (virgin coconut oil).
- Kumur selama 10–15 menit (jangan ditelan).
- Lakukan setiap pagi sebelum menyikat gigi.
Selain membantu memutihkan gigi, oil pulling juga dipercaya mengurangi bau mulut dan plak.
3. Menggosok Gigi dengan Kulit Pisang
Kulit pisang kaya akan potasium dan magnesium yang dapat membantu mengangkat noda gigi secara alami.
Cara pakai:
- Ambil bagian dalam kulit pisang matang.
- Gosokkan ke permukaan gigi selama 1–2 menit.
- Diamkan sejenak, lalu sikat gigi seperti biasa.
- Lakukan secara rutin 2–3 kali seminggu untuk hasil yang lebih cerah.
4. Hindari Makanan dan Minuman Penyebab Noda
Untuk menjaga warna gigi tetap putih, penting untuk menghindari atau membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan gigi menguning, seperti:
- Kopi dan teh hitam
- Soda dan minuman berwarna gelap
- Anggur merah
- Makanan berkuah pekat seperti kari atau kecap
Tips: Jika Anda tetap ingin mengonsumsinya, usahakan segera berkumur atau sikat gigi setelahnya.
5. Konsumsi Buah dan Sayuran Mentah
Beberapa jenis buah dan sayuran bisa membantu "menyikat" gigi secara alami berkat teksturnya yang kasar.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Mahal, Ini 5 Alasan Sepatu Hoka Adalah Investasi Kesehatan Kaki
-
10 Produk Wardah Terbaik untuk Kulit Sensitif: Tips Lengkap untuk Kesehatan Kulit
-
Beli Produk Kesehatan Dapat Bonus, Ini Daftar Promo Kesehatan Tubuh Alfamart Juni
-
Jangan Sampai Salah Pilih, Ini 5 Asuransi Kesehatan Andalan yang Bisa Selamatkan Keuangan Anda!
-
3.689 Jemaah Embarkasi Palembang Telah Berada di Tanah Suci: Diingatkan Jaga Kesehatan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara