SuaraSumsel.id - Sumsel United akhirnya memperkenalkan pemain anyar pertama yang resmi bergabung untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026.
Sosok tersebut adalah Hapit Ibrahim, gelandang bertahan berpengalaman yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain kunci di lini tengah sejumlah klub Liga 2 maupun Liga 1.
Proses rekrutmen Hapit bukanlah tanpa pertimbangan.
Pelatih Sumsel United Nil Maizar sebelumnya memastikan guna membawa klub ke liga 1, ada 4 hal yang mesti dipenuhi, diantaranya ialah pilihan pemain.
"Dengan pemain yang ada sambil menunggu pemain baru segera bergabung,” ungkap Nil seraya berharap pemain-pemain yang datang ialah yang memiliki kemampuan teknik tinggi, tapi juga mental dan etos kerja kuat.
Tak heran, pilihan akhirnya jatuh kepada Hapit Ibrahim, yang memang memiliki darah dan jejak panjang di sepak bola Palembang.
Penandatanganan kontrak Hapit Ibrahim berlangsung setelah ia dinyatakan lulus tes kesehatan atau Medical Check Up (MCU).
Proses ini menjadi standar wajib bagi setiap pemain profesional sebelum resmi diperkenalkan ke publik.
Dengan hasil tes kesehatan yang baik, Hapit Ibrahim dipastikan siap membela panji Sumsel United musim depan.
Baca Juga: Gebrakan Sumsel United! 3 Mantan Bintang SFC Kini Jadi Pelatih Dampingi Nil Maizar
Langkah Sumsel United merekrut Hapit Ibrahim menjadi sinyal serius bahwa tim ini tidak main-main dalam menyusun skuad untuk menghadapi persaingan Liga 2 yang diprediksi akan semakin sengit.
Apalagi, Sumsel United tengah membangun pondasi tim dari awal sebagai klub baru yang memiliki ambisi besar, yakni promosi ke Liga 1.
Sebagai pemain pertama yang dikontrak, Hapit Ibrahim diharapkan bisa menjadi motor di lini tengah sekaligus contoh bagi pemain lain, baik yang akan segera menyusul bergabung maupun pemain muda lokal yang akan diberi kesempatan berkembang di tim ini..
Bagi para pendukung sepak bola Sumsel, nama Hapit Ibrahim tentu sudah tidak asing lagi.
Pemain berusia 31 tahun ini pernah membela Sriwijaya FC dan sejumlah tim besar lainnya di kompetisi kasta kedua dan tertinggi di Indonesia. Pengalamannya akan menjadi aset berharga untuk Sumsel United yang masih terus berbenah menyambut kompetisi.
Rekrutmen Hapit Ibrahim diprediksi baru menjadi permulaan dari gebrakan Sumsel United di bursa transfer. Manajemen klub juga memastikan bahwa sejumlah pemain lainnya tengah dalam tahap negosiasi, dan akan segera diperkenalkan dalam waktu dekat.
Tag
Berita Terkait
-
Gebrakan Sumsel United! 3 Mantan Bintang SFC Kini Jadi Pelatih Dampingi Nil Maizar
-
Bukan di Bumi Sriwijaya, Ini Alasan Sumsel United Pilih Jakabaring untuk Latihan Perdana
-
Eks Pelatih SFC Singgung Klub Baru Liga 2: Jangan Proyek Instan, Termasuk Sumsel United?
-
Sumsel United Mulai Latihan 23 Juni, Ini Target Besar dan Pemain Incarannya
-
Ini Susunan Pengurus Sumsel United: Ada Herman Deru hingga Pengusaha Alvin Bomba
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?