Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan cita-cita besar ini.
Camat Kalidoni, Rama Cahya Putra, mengapresiasi penuh inisiatif dan kolaborasi lintas sektor ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga ruang terbuka hijau serta mempertahankan fungsi pertanian dan perkebunan sebagai tanggung jawab generasi sekarang untuk masa depan yang lebih baik.
“Menjaga ruang terbuka hijau serta mempertahankan fungsi pertanian dan perkebunan merupakan bentuk komitmen bersama dalam melindungi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Erlin Susianti, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Palembang, yang menyoroti perlunya sinergi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk menciptakan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, melalui upaya menjaga sistem drainase, efisiensi energi, serta membiasakan perilaku ramah lingkungan sesuai standar Proklim,” paparnya.
Bukti Nyata Kolaborasi Lingkungan
Kolaborasi multipihak dalam program Kampung Iklim bukan hanya sekadar program CSR biasa, tetapi sebuah bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan bisa terwujud jika semua pihak terlibat secara aktif. Bukan hanya sekadar proyek, melainkan langkah konkret yang akan meninggalkan warisan bagi generasi mendatang.
Kehadiran Dinas Lingkungan Hidup & Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palembang juga menambah bobot dan legitimasi dari upaya yang sedang dijalankan. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan penuh kesadaran.
“Kilang Pertamina Plaju akan terus hadir sebagai mitra aktif dalam pengembangan kampung iklim. Lewat kolaborasi, edukasi, dan langkah konkret, kami percaya perubahan besar dapat dimulai dari aksi kecil yang konsisten dan tepat sasaran,” tutup Rachmi.
Baca Juga: Resmi Diluncurkan! Ini Manfaat Kartu Identitas Pedagang (KIP) untuk Pedagang Pasar Palembang
Lewat semangat gotong royong ini, harapan besar untuk menjadikan Palembang sebagai kota percontohan proklim berkelanjutan bukanlah sekadar angan-angan. Dengan komitmen yang konsisten, masa depan hijau dan berkelanjutan bukan lagi sebatas wacana, melainkan kenyataan yang akan dinikmati oleh generasi berikutnya.
Tag
Berita Terkait
-
Resmi Diluncurkan! Ini Manfaat Kartu Identitas Pedagang (KIP) untuk Pedagang Pasar Palembang
-
Menyalakan Harapan dari Sampah: Menakar Energi Bersih Pembangkit Listrik di Palembang
-
Pendaftaran SPMB Palembang 2025 Tahap 2 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Link Resminya
-
Puluhan Wilayah Palembang & Sekitarnya Alami Pemadaman Listrik, Ini Jadwal Lengkapnya
-
42 Ribu Siswa di Palembang Siap Terima Seragam Gratis, Ini Syaratnya
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Perumahan Baru di Palembang Terus Bermunculan, Kenapa Jaringan Listrik Masih Jadi Keluhan?
-
Tari Perang Menteng, Hidupkan Kembali Perlawanan Palembang Melawan Belanda di Benteng Kuto Besak
-
Slank Puji Penonton Palembang, Konser HS Hey Slank Tetap Kondusif Meski Membludak
-
Dikira Diamuk Massa karena Curi Kopi, Pria di OKU Selatan Ternyata Tewas Dikeroyok
-
Obligasi Daerah Disebut Bisa Selamatkan APBD, Tapi Apakah Aman untuk Sumsel?