Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tidak Bau dan Tahan Lama, Simak Tips Berikut!
- Pilih bagian daging rendah lemak seperti paha atau has luar, dan buang lemak yang terlihat sebelum dimasak.
- Hindari penggunaan santan kental, minyak berlebih, dan gula berlebihan. Santan kental, minyak, dan gula dapat meningkatkan risiko kolesterol dan penyakit jantung. Jika ingin rasa gurih, gunakan santan encer atau susu rendah lemak sebagai alternatif.
- Gunakan metode memasak sasak sehat seperti merebus, mengukus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak sehat (misal minyak zaitun atau kanola).
Hindari menggoreng dengan banyak minyak atau membakar hingga gosong karena bisa memicu zat karsinogen.
- Sajikan daging kambing bersama saga gosong karena bisa memicu zat karsinogen.
- Sajikan daging kambing bersama sayuran segar atau dalam sup untuk menambah serat, vitamin, dan mineral serta membantu menurunkan penyerapan kolesterol.
Baca Juga:
Pembagian Hewan Kurban yang Benar Menurut Islam, Begini Aturannya
- Batasi penggunaan garam dan penyedap rasa. Garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan penyedap rasa dan kecap manis menambah kalori.
- Kontrol porsi makan. Konsumsi daging kambing sebaiknya tidak berlebihan, cukup 1–2 porsi per minggu, dan selalu imbangi dengan makanan sehat lainnya.
- Gunakan bumbu alami seperti jahe, bawang putih, atau air jeruk nipis untuk mengurangi bau dan membuat daging lebih empuk tanpa menambah risiko kesehatan.
- Sertai dengan buah dan minuman sehat seperti teh hijau atau buah apel dan delima yang dapat membantu menurunkan kolesterol.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda tetap bisa menikmati daging kambing dengan lebih sehat dan meminimalkan risiko penyakit seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan pencernaan.
Berita Terkait
-
Menkes Budi Dorong Pengembangan Bedah Robotik Nasional, Dokter Ungkap Peluang Pembiayaan BPJS
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan
-
Raksasa Elektronik Jepang Ekspansi ke Sektor Kesehatan
-
Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?