SuaraSumsel.id - Saat bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja guna menjaga stabilitas harga di pasar.
Pesan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Ricky P Gozali, dalam acara Safari Ramadan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dan diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel.
Ricky menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola pengeluaran selama Ramadan agar tidak memicu inflasi akibat panic buying atau belanja berlebihan.
"Semoga Safari Ramadan ini dapat mempererat tali silaturahim kita semua. Dalam momen baik ini, mari kita lebih bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying karena bisa memicu kenaikan harga. Terima kasih atas kerja sama kita dalam menjaga stabilitas harga selama bulan suci Ramadan," ujarnya.
Imbauan untuk Bertransaksi Non Tunai
Selain menekankan pentingnya pengelolaan belanja yang bijak, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk beralih ke transaksi non tunai sebagai solusi pembayaran yang lebih aman dan praktis.
Penggunaan transaksi digital tidak hanya membantu mengurangi risiko peredaran uang palsu, tetapi juga mendukung efisiensi dan kemudahan dalam bertransaksi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transaksi digital. Ini lebih aman, praktis, dan menghindari berbagai risiko seperti uang palsu atau kehilangan uang tunai," tambah Ricky.
Dengan semakin luasnya ekosistem pembayaran digital di Indonesia, masyarakat kini dapat memanfaatkan berbagai platform seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mobile banking, serta e-wallet yang telah banyak digunakan dalam transaksi sehari-hari.
Baca Juga: BI Sumsel Siapkan Rp 4,7 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran, Ini Jadwal dan Lokasinya
BI Sumsel Jadi Tuan Rumah Safari Ramadan
Dalam kesempatan yang sama, Ricky Gozali juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumsel atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Indonesia untuk menjadi tuan rumah dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ramadan Berkah Bersama Insan Bank Indonesia (Rabbani) yang menjadi agenda tahunan BI dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Dr. Drs. H. Sunarto, M.Si, juga mengapresiasi Bank Indonesia atas peran aktifnya dalam berbagai program ekonomi dan sosial di Sumatera Selatan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BI Sumsel atas sinerginya dengan Pemprov Sumsel. Mari kita maksimalkan bulan Ramadan ini dengan berbagai amalan baik. Semoga momentum Ramadan menjadi madrasah bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik," kata Sunarto.
Apa dampak panic buying?
Berita Terkait
-
BI Sumsel Siapkan Rp 4,7 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran, Ini Jadwal dan Lokasinya
-
Beasiswa BI 2025: Peluang Emas Mahasiswa Unsri, UIN Raden Fatah, dan Polsri
-
Inflasi Sumsel Kini Tercatat Terendah ke-9 Nasional, Apa Rahasianya?
-
Inflasi Desember 2024 Melandai, Ini Strategi Sumsel Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Pertemuan Tahunan BI 2024: Kunci Sinergi Menuju Stabilitas Ekonomi Nasional
Terpopuler
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?
-
Hari Tani 2026, KPA Sumsel: Bisakah UU Reforma Agraria Menjawab Konflik di Daerah?
-
Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?
-
Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?