SuaraSumsel.id - Dua orang pria mucikari memperjual belikan anak di bawah umur guna melayani pria hidung belang ditangkap anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang.
Kedua pria tersebut bernama Dedi Supriyadi (24), warga jalan Tribrata, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning Palembang, dan Febriansyah (22), warga jalan Seroja, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Anwar Reksowidjojo, didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, dan Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Iptu Fifin Sumailan, membenarkan pihaknya mengamankan dua pria mucikari yang memperjual belikan anak dibawah umur untuk melayani pria hidung belang.
“Untuk korbannya seorang perempuan anak dibawah umur yakni inisial FW (15), kedua pelaku menawarkan jasa FW untuk melayani pria hidung belang melalui aplikasi Me Chat,” ungkap Kombes Pol Anwar Reksowidjojo, saat konferensi pers di Polda Sumsel, pada Jumat (22/11/2024)
Kedua pelaku saat berada di Jalan Puncak Sekuning, tepatnya di Red Door Sriwijaya Premier, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, pada Jumat (1/11/2024) tengah malam.
Penangkapan kedua pelaku mucikari tersebut, menurut Anwar, berawal dari unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, mendapati informasi bahwa adanya mucikari yang memperjual belikan anak dibawah umur untuk melayani pria hidung belang. Mendapati informasi itu, lalu anggota unit PPA melakukan penyelidikan dengan cara menyamar sebagai pria hidung belang melalui aplikasi Me Chat.
“Di aplikasi Me Chat itu, terjadi komunikasi tawaran harga antara dua mucikari dan anggota yang menyamar, lalu terjadi kesepakatan harga sebesar Rp 300 ribu, untuk korban FW bekerja disuruh melayani atau berhubungan badan dengan lokasi di penginapan Red Door Sriwijaya Premier,” ucapnya.
Setelah terjadi kesepakatan tersebut, lanjut Anwar, anggota PPA yang menyamar langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) penginapan Red Door.
“Ketika berada di TKP, anggota berhasil mengamankan dua orang pelaku mucikari ini serta korban. Selanjutnya dibawa ke Mapolrestabes Palembang, untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya menjelaskan.
Baca Juga: Resep Rahasia Astra Guna Pembangunan Berkelanjutan Kampung 13 Ulu Palembang
Kedua pelaku dikenakan pasal 76 I Jo pasal 88 UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang no. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak atau pasal 11 Jo pasal 2, pasal 12 Jo pasal 2 UU no. 21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.
“Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak dua ratus juta rupiah,”ucapnya.
Berita Terkait
-
Resep Rahasia Astra Guna Pembangunan Berkelanjutan Kampung 13 Ulu Palembang
-
LIVE Malam Ini! Debat Kedua Pilwalko Palembang: Siapa Punya Solusi Pembangunan?
-
Breaking News: Gedung PLN WS2JB Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
-
Wajib Dikunjungi! Palembang Luncurkan 143 Event Wisata Menarik Tahun 2025
-
Grand Launching Charming Events Palembang 2025: 130 Event Meriahkan Kota
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya
-
Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt
-
Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas
-
Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media