SuaraSumsel.id - Kilang Pertamina Plaju mengenalkan Breezon MC-32. Salah satu produk andalan ini berhasil menyasar pasar industri dalam negeri sebagai produk refrigeran nan ramah lingkungan.
Selain itu, juga telah dipasok ke Pertamina EP Cepu, di Blora, Jawa Tengah. Kilang Pertamina Plaju telah melakukan lifting (pengiriman) Breezon MC-32 sebanyak 10 ton menggunakan truk tangki bridger, pada Sabtu (25/5/2024).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju, Siti Rachmi Indahsari mengatakan produk Breezon MC-32 ini diluncurkan sejak 7 Desember 2020.
“Breezon MC-32 merupakan pengembangan dari produk yang terdahulu yaitu Musicool MC-22 melalui semangat untuk menciptakan produk yang unggul serta ramah lingkungan Breezon MC-32 hadir sebagai upaya nyata Kilang Pertamina Plaju Plaju berkontribusi mengembangkan produk refrigeran baru dalam menyikapi perkembangan industri refrigeran,” ujar Rachmi menjelaskan.
Breezon MC-32, adalah produk refrigeran non-CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang digunakan guna mengoperasikan Air Conditioner (AC). Produk general berbahan hidrokarbon yang aman, ramah lingkungan sekaligus hemat energi.
Pada Peraturan Menteri Perindustrian nomor 41/M-IND/PER/5/2014 dan beberapa peraturan lainnya, produk CFC, Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dan Hydrofluorocarbon (HFC) merupakan Bahan Perusak Ozon (BPO) yang menyebabkan fenomena efek Gas Rumah Kaca (GRK) yang kemudian dilarang penggunaannya di bidang perindustrian.
Sejak tahun 2015 melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-IND/PER/5/2014 pemerintah Indonesia telah melarang penggunaan Freon R22 pada mesin AC dan dipertegas melalui UU no.16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement yang mengatur pengurangan R-22 sebanyak 10% dan pelarangan import AC berisi R-22.
"Menjawab tantangan itu, Pertamina melalui Kilang Plaju pun memproduksi produk substitisi, yakni Breezon MC-32 yang memiliki Indeks Global Warming Potential (GWP) yang sangat rendah, sehingga membuat konsumsi energi dapat dihemat hingga 30 persen. Selain itu, produk ini tidak menyebabkan kerusakan ozon atau zero ozon depletion potential," ujarnya.
Produk pengganti freon ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya hemat energi dan dapat menurunkan konsumsi penggunaan listrik.
Baca Juga: Banjir Bandang OKU Telan 3 Korban Jiwa, 2 Orang Lainnya Masih Dicari
Selain itu produk yang ramah lingkungan juga memiliki penggunaan volume refrigeran hanya 30 persen dibandingkan refrigeran sintetik.
Uji Coba di Lingkungan Setempat
Kilang Pertamina Plaju pun mengajak stakeholders menjaga kelestarian lingkungan dengan produk Breezon MC-32 yang juga diproduksi di Kilang Polypropylene.
Uji coba produk refrigeran ramah lingkungan telah dilakukan berbagai kantor instansi di kecamatan Plaju sebagai ring 1 perusahaan, seperti kantor kecamatan, kantor lurah, kantor polsek, koramil, puskesmas maupun fasilitas umum seperti masjid dan mushola.
"Penggunaan Breezon MC-32 pun kompatibel dengan berbagai merk Air Conditioner (AC). Melalui hal itu, Kilang Pertamina Plaju telah menerapkan Creating Shared Value (CSV) yang sejalan dengan strategi dan daya saing bisnis perusahaan," ucap Rahmi
Diproduksi Sejak 2020
Berita Terkait
-
Banjir Bandang OKU Telan 3 Korban Jiwa, 2 Orang Lainnya Masih Dicari
-
Sopir Bus Study Tour SDN 1 Harisan Jaya Masih Kabur Setelah Kecelakaan Maut
-
Dugaan Penyelewengan Gas Subsidi di Pagaralam Rugikan Masyarakat Rp 8 Miliar
-
OJK Kuatkan Ekonomi Daerah dengan UMKM Naik Kelas di Tengah Ketidakpastian Global
-
Sejumlah Pejabat dan Tokoh Sumsel Melayat di Rumah Duka Ibu Mendagri Tito
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Diduga Rekam Mahasiswi saat PKKMB Unsri, Dua Mahasiswa Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Dini Hari di Prabumulih, Begini Kronologi Tabrakan yang Tewaskan 3 Orang
-
Perayaan HUT RI, PHR Zona 4 Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Warga di Sumsel
-
Sosok Caliya Azaria Ivana, Siswi SMAN 1 Palembang yang Jadi Pembawa Baki HUT RI ke-81
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri