SuaraSumsel.id - Seorang warga Bengkulu, Eko Prasetya (38) ditangkap polisi karena menjadikan rekening banknya sebagai rekening menampung hasil aksi pemerasan dengan modus video call sex alias VCS.
Polisi berhasil menelusuri aliran uang yang ditransfer korban ke pelaku. Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Hadi Saefudin mengatakan pelaku disangkakan sebagai penampung hasil pemerasan yang diduga menjadi bagian komplotannya.
"Komplotan ini melaksanakan aksinya dengan mencari korban agar mau diajak Vcs, lalu merekam dan akhirnya memeras korban," ujarnya menyintat dari Sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Pelaku Eko Prasetya (38) merupakan warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong Bengkulu. “Untuk tersangka Eko ini menyiapkan lima rekening penampungan hasil dari pemerasan yang dilakukan pelaku utama dan kini identitasnya sudah kami kantongi,” ucap Hadi menjelaskan.
Polisi mengungkapkan salah satu korban sampai merugi Rp29 juta atas peristiwa komplotan ini.
Pelaku Eko Prasetya terancam pasal UU nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU no 11 tahun 2008 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 57 KUHPidana.
Pelaku Eko sendiri mengaku hanya mengenal satu pelaku dari komplotan yang merupakan warga Bengkulu. “Saya kenal satu orang orang Bengkulu juga dengan bagian mendapatkan Rp8.5 juta," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pengunjung Air Terjun Mukomuko Tewas Jatuh dari Tebing, Objek Wisata Ditutup
-
Siap-siap Bayar Lebih Mahal! Tarif Parkir di Bengkulu Naik 2 Kali Lipat
-
Produksi Kopi Bengkulu Melesat, Tembus 3 Ton Per Hektar
-
Darurat! Jalan Lintas Curup Terputus Total Karena Longsor
-
Longsor di Liku 9, Jalan Lintas Bengkulu-Sumsel Nyaris Putus
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Masih Ada Promo! Nikmati Martabak HAR Lebih Hemat dengan QRIS BSB Mobile
-
Bank Sumsel Babel Dukung Palembang Great Sale 2026, Ada Promo QRIS BSB Mobile
-
Bank Sumsel Babel Syariah Hadirkan Solusi Keuangan untuk Investasi, Haji hingga Kepemilikan Emas
-
Apa Itu Hilirisasi Batu Bara yang Jadi Prioritas Baru PT Bukit Asam?
-
Nekat Meracun Kekasihnya hingga Tewas, Fakta Baru Kasus Ogan Ilir Terungkap