SuaraSumsel.id - Korban banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengungkapkan menderita penyakit kulit seperti gatal-gatal setelah banjir yang terjadi pada Selasa (7/5).
Deden, salah seorang warga Kelurahan Baturaja Lama, Kabupaten OKU mengungkapkan jika bagian telapak kaki hingga lutut saya mulai gatal-gatal.
Dia mengatakan, kebanyakan warga di wilayahnya mulai menderita gatal-gatal dan demam serta pilek pascabencana banjir.
Warga terbantu dengan adanya pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang digelar oleh DPD Muhammadiyah OKU secara "door to door". "Pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama korban banjir," katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah OKU, Gribaldi, menyampaikan bahwa pihaknya turut serta membantu masyarakat dalam memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan pascabanjir.
DPD Muhamadiyah OKU menerjunkan tiga dokter dan 14 tenaga medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Dokter Maulana AK Buturaja untuk memberikan pengobatan gratis kepada warga yang terdampak banjir secara "door to door".
Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang mengalami berbagai masalah kesehatan akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu.
"Pelayanan kesehatan ini ditujukan bagi korban banjir di Kelurahan Baturaja Lama dan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur," kata dia.
Mayoritas masyarakat yang berobat mengeluhkan gatal-gatal, batuk dan pilek serta daya tahan tubuh melemah setelah berjuang menghadapi banjir.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter 2 Embarkasi Palembang Meninggal Sebelum Berangkat ke Madinah
"Penyakit ini merupakan masalah umum yang muncul setelah banjir karena air yang kotor masuk ke dalam rumah," jelasnya.
BPBD Sumsel juga mendirikan Posko Trauma Center untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada korban banjir di Kabupaten OKU.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan, di posko tersebut pihaknya menyiagakan dokter dan perawat untuk memberikan pelayanan kesehatan pascabanjir, mulai dari pemeriksaan dari darah tinggi (hipertensi), sakit maag, gatal-gatal, diare, sakit kepala, nyeri sendi, ISPA hingga luka akibat terkena pecahan kaca dan tertusuk paku.
Selain di posko, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak bencana alam.
"Sudah lebih dari 200 orang korban banjir yang memanfaatkan pelayanan ini untuk memeriksakan berbagai masalah kesehatan akibat bencana banjir, terutama penyakit kulit," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korban banjir di OKU mulai menderita gatal-gatal. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Jemaah Haji Kloter 2 Embarkasi Palembang Meninggal Sebelum Berangkat ke Madinah
-
Dekati 6 Parpol demi Pilgub Sumsel, Herman Deru Yakin Gandeng Cik Ujang?
-
Pilkada Sumsel 2024 Diramaikan 8 Calon Independen: Paling Banyak di Palembang
-
PDIP Sumsel Usung Kader Sendiri di Pilgub 2024, Heri Amalindo?
-
Petani Kopi Sumsel Semringah, Harga Panen Tembus Rp110 Ribu Per Kilogram
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
-
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan