SuaraSumsel.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jika Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Januari 2024 mengalami deflasi sebesar 0,08% (mtm).
Situasi ini melandai dibandingkan bulan Desember 2023 yang mengalami inflasi sebesar 0,15% (mtm). Berikut 4 komoditas penyumbaang deflasi pada bulan Januari, yakni cabai merah, cabai rawit, angkutan udara dan beras.
"Adapun dandil masing-masing secara berturut-turut cabai merah sebesar 0,21% (mtm), cabai rawit 0,07% (mtm), angkutan udara 0,04% (mtm), dan beras 0,03% (mtm)," ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Sumsel, Ricky P Gozali.
Melandainya harga aneka cabai merah disebabkan oleh beberapa daerah sentra produksi memasuki masa panen sehingga pasokan cabai merah dan cabai rawit melimpah.
Sedangkan tarif angkutan udara mengalami normalisasi seiring dengan berakhirnya masa liburan sekolah dan HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Penurunan harga beras disebabkan oleh beberapa wilayah di Sumatera Selatan mulai memasuki masa panen diantaranya Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten OKU Timur sehingga pasokan beras mengalami peningkatan," ucapnya.
Secara tahunan, realisasi IHK di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 3,35% (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya, sementara inflasi tercatat melandai menjadi sebesar 2,57% (yoy).
Pada tahun 2024, BPS Sumatera Selatan melakukan beberapa perubahan perhitungan inflasi, yakni perubahan tahun dasar perhitungan inflasi menjadi tahun dasar 2022 serta penambahan 2 (dua) kota perhitungan IHK yakni Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),
"Sehingga total kab/kota yang menjadi sample perhitungan IHK di Sumsel berjumlah 4 (empat)," ucapnya.
Dia pun menyatakan Pemerintah melakukan pengendalian inflasi khususnya pada komoditas pangan bergejolak (volatile food).
Melalui strategi 4K; yaitu Ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersinergi dengan berbagai pihak mulai dari BUMN, BUMD, swasta, perbankan, aparat TNI, dan Polri serta instansi lainnya di 17 Kab/kota se-Sumatera Selatan melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi yang masif.
"Di sisi ketersediaan pasokan, telah dilakukan penanaman komoditas bawang merah dan panen cabai serta panen komoditas padi Muara Enim dan Kota Lubuk Linggau, serta Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School.
Gerakan Selamatkan Pangan dengan Stop Boros Pangan kepada masyarakat dan rapat koordinasi TPID dan instansi terkait yang dilakukan secara rutin.
Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, optimisme masyarakat pada Januari 2024 tetap terjaga.
Hal ini terkonfirmasi dari Indeks Keyakinan Konsumen yang lebih besar dari 100, yaitu sebesar 132,50, meskipun tidak setinggi pada Desember 2023 sebesar 141,94.
Tag
Berita Terkait
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai
-
Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan
-
Membedah Ketimpangan Warga RI: Jurang Kaya-Miskin Diklaim Menyempit
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
4 Model Dispenser Philips Terbaik Dan Hemat Daya
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
CFD Palembang Diprotes Warga, Jalur Terlalu Panjang Bikin Aktivitas Terganggu
-
Dorong Layanan Digital Andal, BRI Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 25000
-
Rahasia Suara Gitar Batanghari Sembilan yang Bikin Merinding, Ternyata Ada di Jenis Kayunya