SuaraSumsel.id - Pelatih lawas Muhammad Yusup Prasetyo atau Coach Yoyo memperlihatkan reaksi setelah tidak lagi membersamai Sriwijaya FC. Manajemen Sriwijaya FC memberhentikannya setelah laga imbang menjamu Persiraja Banda Aceh, pada pekan lalu.
Sriwijaya FC kini diasuh oleh pelatih berdarah Padang, Hendri Susilo. Berikut tulisan Coach Yoyo yang mengulas bagaimana eksistensi pelatih mengembangkan teknik permainan sampai dengan kultur sepak bola saat ini.
Manajemen pun mengungkapkan sejumlah alasan mengapa tidak memperpanjang kontrak Coach Yoyo. Belum lama ini, Coach menampilkan semacam tulisan mengenai kondisi sepak bola kekinian.
Dia memulainya dengan menyatakan telah menemukan sebuah tulisan yang ditulis pelatih Alex Waever di Vocsports.co.
"Saya menemukan sebuah tulisan refleksi cantik dari Coach Alex Weaver di voxsports.co. Alex dengan cerdik gunakan pertandingan antara Tim Albirex Niigata kontra The Young Lions (Singapore U23) sebagai pelatuk tulisan," tulisnya di media sosial instagram miliknya.
Menariknya lewat pelatuk momen tersebut, Alex dengan lihai ingin menggambarkan kegagalan Singapura dalam usaha menyerap ilmu praktisi ahli asing.
Albirex adalah contoh konkretnya. Kehadiran tim asing asal Jepang ini dicibir karena dianggap tak berkontribusi apapun. Padahal di game tersebut, Alex mencontohkan banyak sekali pelajaran taktikal yang dipertontonkan oleh pemain-pemain “kelas bawah” Jepang itu.
Kekalahan The Young Lions juga jadi contoh betapa sulitnya praktisi dan publik sepakbola lokal menerima ide baru praktisi expert asing.
Sejak tahun lalu, Singapura menyewa jasa Michael Sablon dari Belgia sebagai Technical Director FAS.
Baca Juga: KONI Sumsel Jaring Ketua Umum, Ditentukan Oleh 87 Voters
Sablon adalah manusia kunci di balik reinkarnasi Belgia menjadi negara sepakbola terbaik di dunia dengan Ranking 1 FIFA.
Praktisi dan public local kini mulai menagih kinerja Sablon.
"Sentuhan Sablon mulai terlihat di The Young Lions. Meski kalah telak kontra Albirex, mereka selalu konsisten membangun serangan dari bawah secara terstruktur.
“Metode belajar suatu gaya bermain terbaik adalah memainkan gaya bermain tersebut melawan tim kuat, meskipun beresiko gagal dalam jangka pendek,” puji Alex.
Adaptasi dengan Budaya?
Bagian paling menohok tulisan tersebut adalah kritik Alex pada persepsi orang Singapura terhadap praktisi ahli asing.
Dari riset sederhananya, ia temukan bahwa publik beranggapan praktisi ahli asing selalu gagal karena tak mampu beradaptasi dengan budaya lokal.
Berita Terkait
-
Pelatih Hendri Susilo Bakal Rombak Pemain Sriwijaya FC: Butuh Kekuatan Baru
-
Tiket Bagi Suporter Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Turun Rp5000 Menjadi Rp55000
-
Pertanyakan Transparansi, Singa Mania: Suporter Ingin Beli Saham Buat Bantu Klub
-
Profil Hendri Susilo, Pelatih Baru Sriwijaya FC: Mantan Pelatih Persiraja Berdarah Padang
-
Manajemen Sriwijaya FC Tunjuk Hendri Susilo Gantikan Coach Yoyo, Ini Sederet Prestasinya
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat
-
Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?
-
Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?
-
BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas
-
Ganesha, Bayi Gajah Tesso Nilo yang Lahir dari Induk Gajah Binaan dan Gajah Liar