SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan hibah dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota mencapai Rp1,4 triliun. Hal ini disampaikan Ketua KPU Hasyim Asyari.
Diungkapkan Hasyim, kontribusi dana hibah daerah dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Selatan mencapai Rp1,4 miliaar.
Hal itu disampaikan Hasyim saat menghadiri penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 antara pemerintah provinsi dan 17 kabupaten/kota di Sumatra Selatan bersama dengan KPU dan Bawaslu di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang, Kamis.
Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengatakan penandatanganan NPHD merupakan mekanisme sejak pelaksanaan Pilkada yang dilakukan secara serentak.
Dana hibah untuk pilkada serentak di Sumsel dibagi menjadi dua porsi, yakni pada tahun 2023 dianggarkan 40 persen, sedangkan pada tahun 2024 itu 60 persen.
"Kontribusi dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk pelaksanaan Pilkada 2024, maka total keseluruhan dana hibah senilai Rp1,4 triliun," jelasnya.
Penjabat Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengucapkan terimakasih kepada bupati dan walikota di wilayah itu telah menganggarkan APBD masing-masing pada tahun 2023, sehingga 40 persen dana hibah untuk pilkada telah tersedia.
Dalam undang-undang disebutkan bahwa pelaksanaan pilkada anggarannya berasal dari APBD.
Pelaksanaan pilkada di provinsi jadi tanggungjawabnya APBD provinsi dan Pilkada Kabupaten kota anggarannya di APBD kabupaten kota.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Lebih Tinggi dari Nasional, 6 Solusi Ini Ditempuh Pemprov
“Dana hibah ini pemda ada yang menganggarkan pada APBD murni, dan APBD perubahan. Namun, ada sebagian pemda menggunakan dana biaya tak terduga (BTT),” jelasnya.
Fatoni berharap penggunaan dana hibah itu dapat mendukung dari pelaksanaan Pilkada 2024, sehingga berjalan lancar dan aman.
“Sumsel selama ini sudah zero conflict maka perlu dijaga bersama, tidak hanya satu dua pihak tapi semuanya, baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel M Al-Fajri Zabidi mengatakan dengan adanya kegiatan itu menunjukkan kekompakan 17 Kabupaten kota serentak Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pendanaan Pilkada Serentak Tahun 2024.
"Kegiatan ini merupakan indikator 17 Kabupaten kota di Sumsel bersinergi dalam melaksanakan pilkada serentak 2024," katanya.
Fajri mengimbau agar penggunaan dana hibah itu digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak ada penyalahgunaan atau penyelewengan dana tersebut. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Inflasi Sumsel Lebih Tinggi dari Nasional, 6 Solusi Ini Ditempuh Pemprov
-
RUPSLB PT Semen Baturaja Angkat Dewan Komisaris Dan Direksi Baru
-
Baru 5 Persen, Pelanggan Jargas di Palembang Lebih Rendah Dibanding Prabumulih
-
4 Rumah di Kawasan Padat Penduduk Terbakar, Seorang Lansia Tewas Terpanggang
-
Sumsel Diharap Siaga Bencana Banjir Saat Pancaroba ke Musim Hujan
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya
-
Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo
-
Herman Deru Siapkan Rp10 Juta untuk Tangkap Pelaku Karhutla, Bisakah Hentikan Asap?
-
Karhutla Belum Reda, 18 Penerbangan Palembang Kembali Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Reda, Mahasiswa Tagih Tanggung Jawab Herman Deru