SuaraSumsel.id - Kenyakinan atas praktik pesugihan bisa menggandakan uang ternyata masih ditemukan di Sumatera Selatan (Sumsel). beruntungnya, praktik ini berhasil terungkap oleh polisi.
Meski demikian, toke tebu yang merupakan warga Banyuasin, Siswandi tetap menjadi korban penipuan atas praktik tersebut.
Peristiwa ini terungkap dari korban bernama Siswandi melaporkan kehilangan uang Rp300 juta di semua kamar hotel di pusat kota Palembang. Usut punya usut, Siswandi ternyata tengah memprakteknya aksi pesugihan dengan janji bisa menggandakan uang.
Empat pelaku ternyata bukan menggandakan melain mencuri uang ratusan juga tersebut. Antara korban dan pelaku saling kenal di group komunikasi pesugihan. Dalam obrolan di group pesugihan tersebut juga sempat dibahas mengenai kemampuan menggandakan uang.
Empat pelaku tersebut yakni Adi Suardi alias ustadz Abas (35) warga Bogor, Sanudin alias Tenggeng (43) warga Brebes, Argo (42) warga Pati, dan Rio Nugroho (20) warga Bogor yang berhasil ditangkap di tempat persembunyian di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (5/10/2023).
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Haris Dinzah mengatakan Korban Siswandi (38) dikenalkan oleh temannya bernama Maknun kepada tersangka Adi Suardi alias ustadz Abas.
“Melalui telpon, tersangka Adi menjelaskan kepada korban jika dirinya sebagai spiritual yang bisa menggandakan uang. Dengan syarat ada uang pancingan, dan korban tertarik mengundang tersangka datang ke Palembang,” ujar Kombes Pol Harryo Sugihhartono, saat konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, pada Senin (9/10/2023) sore.
“Sampai di Palembang tanggal 28 September 2023 lalu, tersangka Adi menghubungi korban, dan korban mengirimkan alamat rumah melalui pesan WhatsApp. Setelah bertemu, Tersangka Adi mengajak korban mencari hotel atau penginapan, dan tersangka mengajak ke hotel yang berada di tempat kejadian perkara (TKP),” ucapnya menjelaskan.
“Esok harinya, Jumat 29 September 2023, sekitar pukul 09.00 WIB, tersangka Adi menghubungi korban untuk membawa uang pancingan sebesar Rp 300 juta. Korban disuruh menunggu di lobi hotel dan akan dijemput tersangka Adi, saat itulah tersangka Adi menyuruh tersangka Sanudin masuk ke dalam lemari kamar dan mengunci kamarnya dari luar serta menyuruh tersangka Rio dan Argo untuk check out serta menunggu di sebuah Bank di Pasar Cinde,” ungkapnya.
Ketika uang tersebut telah diketahui diletakkan korban didalam koper, lalu tersangka dengan modusnya memberikan uang Rp 900 ribu kepada korban.
“Saat itu korban tidak sendirian, melainkan bersama tersangka Adi pergi ke bank. Ketika korban dan tersangka Adi pergi ke bank, di saat itulah tersangka Sanudin keluar dari dalam lemari dan mengambil uang milik korban Rp 300 juta yang dimasukkannya ke dalam plastik dan keluar kamar lalu pergi dari hotel,” terangnya.
Mereka berempat lalu berbagi uang Rp300 juta tersebut di kawasan Talang Kelapa. Tersangka Adi dan Sanudin pergi ke Jambi sedangkan tersangka Argo dan Rio pergi ke Bogor.
Tersangka Adi mendapatkan Rp 195 juta, dan eksekutor Sanudin sebesar Rp 50 juta, Sopir Argo sebesar Rp 35 juta, dan Rio sebesar Rp 20 juta membantu dan masih berhubungan keluarga dengan tersangka Adi.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar Rp486 Juta Tuai Kritik, Kalina Oktarani Ikutan Miris
-
Menelisik Garasi Andie Dinialdie, Pejabat Sumsel yang Viral gegara Meja Biliar Seharga Alphard Bekas
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Tambang Minyak Ilegal Musi Banyuasin Merebak Lagi di Perbatasan SumselJambi
-
Pegadaian Championship: Sumsel United Usung Misi Tiga Poin Lawan Persikad Depok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara