SuaraSumsel.id - Posisi klasemen Sriwijaya FC yang masih terlempar dari tiga besar, membuatnya harus bekerja keras. Apalagi, sisa laga pada putaran 16 besar ini, hanya tersisa 2 laga.
Dua laga terakhir yang harus dilakoni Sriwjjaya FC ialah bermain dengan kontra menjamu PSPS Riau dan bertandang ke rumah PSMS Medan.
Menghadapi dua laga terakhir ini, Pelatih Teknik Indrayadi mengungkapkan pelatih Sriwijaya FC harus membuktikan hasil akhir.
Dia mengungkapkan jika pola permainan yang dijalankan Sriwijaya FC memang membaik dari laga ke laga. Akan tetapi hasil akhir selalu tidak diharapkan.
Dalam laga profesional sepak bola, yang diharapkan ialah hasil akhir. "Untung-untung, pola main juga bagus. Tetapi semua poin dihitung berdasarkan hasil akhir, apakah menang 3 poin, imbang atau sama sekali tidak ada poin," ujarnya kepada Suara.com belum lama ini.
Disebutkannya, Sriwijaya FC membutuhkan hasil akhir yang maksimal. "Sriwijaya FC perlu memperbaiki posisi klasmenen, dan itu tanggungjawab pelatih. Apakah bisa memajamen semua sumber yang ada," sambung Indrayadi kemudian.
Di laga perdana menghadapi Sada Sumut FC, Sriwijaya FC sebenarnya sudah main baik. Meski kemudian kemenangan tersebut tidak bertahan lama. "Kekalahan di rumah persiraja Aceh, masih bisa kita maklumi. Saya yakin banyak yang mendukung pendapat saya ini, sulit merebut poin di rumah Aceh itu" ungkapnya mengakui.
Sementara di rumah PSDS Deli Serdang dengan menahan imbang, sebenarnya tidak baik, namun tidak juga buruk. "Di Sumut, cukup lah," sambung ia.
Tetapi kekecewaan kemudian memuncak setelah kalah di rumah sendiri. Meski banyak klub besar juga pernah kalah di rumah sendiri, tapi kekelahan di rumah sendiri perlu evaluasi besar. "Main di lapangan sendiri, tempat kita latihan, sudah tahu medan permainan, ko bisa kalah. Bisa dikatakan kalah ya kemarin itu sama Semen Padang FC," akunya.
Baca Juga: Respon PSSI Sumsel Atas Laga Timnas Kontra Brunei Darussalam Terancam Batal di Palembang
Karena itu ia menekankan jika pelatih Sriwiijaya FC diminta membuktikan permainan terbaik dengan hasil akhir yakni kemenangan. "Menang 3 poin itu harus di dua laga terakhir," ujar pelatih yang sudah 8 tahun di Sriwijaya FC ini.
Berita Terkait
-
Lapor ke PT LIB, Mertua Pratama Arhan Beberkan Bukti Wasit Terindikasi Curang di Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang
-
Wasit Terindikasi Curang, Satgas Anti Mafia Bola Siap Usut Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang di Liga 2
-
Satgas Anti Mafia Bola Siap Usut Dugaan Kecurangan Wasit di Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang
-
Wasit Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang Dinilai Berat Sebelah, Mertua Pratama Arhan Lapor PT LIB
-
Permintaan Maaf Pemain Asing Chencho Gyeltshen Pada Suporter Sriwijaya FC
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?