Ke depan, Agus berharap BRI dapat memberikan pendampingan kelompok usaha secara berkesinambungan.
“Semoga ini ters berjalan. Apa yang sudah dijalankan jangan sampai putus, bisa berkesinambungan, ada keberlanjutan,” tuturnya.
Terkait dengan hal tersebut, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa pembangunan desa tak hanya bisa dilakukan melalui fisik saja. Namun juga perlu membangun sumber daya manusianya.
“Keberadaan sebuah desa juga didorong untuk selalu adaptif dengan perkembangan teknologi dan zaman. Sehingga bisa bersaing dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BRI melalui Program Desa BRILian mengambil peran mendorong kemajuan Desa-desa di Indonesia”, jelas Supari.
Saat ini, setidaknya telah terdapat 2.449 desa yang sudah dibina menjadi Desa BRILiaN. Program tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan pemberdayaan desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s).
Berita Terkait
-
Direktur BUMDes Sinar Makmur: Pemberdayaan BRI Buat Ekonomi Masyarakat Lebih Berdaya
-
Program Desa BRILian Sukses Berdayakan Agrosiwata Kebun Kopi Desa Sirnajaya
-
Agrosiwata Kebun Kopi Desa Sirnajaya Makin Tumbuh, Pemberdayaan Desa BRILian BRI di Lereng Gunung Panjang Bogor
-
Kurangi Limbah Pasar, BRI Gelar Gerakan Yok Kita Gas
-
BRI Gelar Gerakan Yok Kita Gas di Pasar Banjar
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?