SuaraSumsel.id - Korban aplikasi investasi bodong aplikasi Future E-Commerce (FEC) yang melapor ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus bertambah. Belakangan terdapat dua orang pria warga asal Kabupaten Muara Enim bersama tim kuasa hukumnya, yang mendatangi Posko Pengaduan Ditreskrimsus Polda Sumsel, Senin (18/9/2023).
Kedua korban mengaku ikut bergabung karena diajak oleh rekan sesama mereka. Ada juga dari mereka yang mengaku jika mengikutinya karena ada pejabat Pemprov Sumsel yang menjadi mentornya.
"Kami percaya lantaran ada pejabat Sumsel yang menjadi Mentor ACE FEC Indonesia,” ucap Munawir melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Munawir mengaku mengalami kerugian Rp 10 Juta sedangkan Mustofa mengalami kerugian 15 juta. Keduanya melakukan top bertahap yang di transfer ke PT Tri Usaha Berkat.
”Kami semenjak gabung 28 Agustus lalu, sampai sekarang belum sama sekali melakukan penarikan atau Withdraw,” terang Munawir.
Berdasarkan datanya, sebanyak 220 korban FEC dengan total kerugian lebih dari Rp 1 miliar. ”Isinya ada korban dari Palembang, Muara Enim, Prabumulih, bahkan Lombok dan Bali,” aku dia.
Tim Kuasa Hukum Ricky mengungkapkan status Kepala Dinas Pariwasata Provinsi Sumatera Selatan yakni AU, yang merupakan mentor ACE FEC Indonesia memiliki andil mempengaruhi korban karena jabatannya.
“Kami meminta ke pihak kepolisian untuk pejabat publik di Sumsel yang pak Aufa itu sebab dia mendapatkan bonus dari dia sebagai mentor ACE,” ucapnya
Ricky juga meminta dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian serta OJK minta memblokir rekening PT FEC tersebut.
Baca Juga: Gimmik Wali Kota di Sumsel di Akhir Masa Jabatan: Bawa Koper Tinggalkan Rumah Dinas
” Termasuk rekening pak Aufa juga di blokir, sebab kami menilai bonus yang diterima juga itu merupakan hasil top dari para korban FEC walaupun itu tak transfer langsung ke pak Aufa,” ucap Ricky.
Ketua Tim Gabungan Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo memastikan melakukan pemanggilan ulang terhadap pejabat Pemprov Sumsel yang diadukan sebagai mentor yang turut merayu dan mempengaruhi.
“Yang bersangkutan minta di-reschedule Rabu nanti (20/9),” ungkap Kasubdit 1/Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo
Dari pada korban, diketahui jika memang ada pejabat di Pemprov Sumsel yang menjadi mentor aplikasi tersebut.
Hal ini diungkap oleh salah satu korban Agung Wijaya. Dia mengungkapkan jika sosok bapak yang bersangkutan, menjadi salah satu mentor ACE FEC di Sumsel.
Dia pun menjelaskan jika pada aplikasi investasi ini memiliki tingkatan yang disandang. Apalagi pejabat ini pun diketahui merupakan ketua pelaksana saat aplikasi ini launching di Palembang, pada 27 Agustus lalu.
Berita Terkait
-
Lina Mukherjee Sebut-Sebut Nama Ahok Jelang Sidang Vonis Perkara Penistaan Agama
-
Herman Deru Dapatkan Gelar Gubernur Bina Sena dari IMF 2023
-
Gimmik Wali Kota di Sumsel di Akhir Masa Jabatan: Bawa Koper Tinggalkan Rumah Dinas
-
Heboh Kasus Video Selingkuh, Bupati Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah Diganti
-
Diguyur Bonus Pengusaha Sumsel di Laga Perdana, Sriwijaya FC Terima Lagi Jika Menang Malam Ini?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi