SuaraSumsel.id - Aparat Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangani sebanyak 16 kasus terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolda Sumsel Irjen Albertus Rachmad Wibowo mengatakan pihaknya sudah menangkap 26 orang tersangka dalam kasus karhutla.
Sedangkan penanganan kasus karhutla sudah masuk tahap kedua dan telah diserahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.
“Kebakaran lahan di Sumsel banyak terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan juga Banyuasin, yang motifnya untuk membuka lahan,” kata Rachmad Widodo.
Ia menjelaskan dalam waktu dekat akan menurunkan personel kepolisian dan TNI untuk mensosialisasikan terkait pencegahan kebakaran lahan ke desa-desa di Sumsel khususnya ke tiga kabupaten tersebut.
Diperkirakan personel dari Polri sekitar 400 orang, dan difokuskan di Kabupaten OKI, OI dan Banyuasin. Tugas utama mereka masuk ke desa-desa bertemu dengan tokoh-tokoh di sana untuk sosialisasi.
"Kami juga merencanakan pertemuan secara daring dengan pemerintah daerah, camat, kepala desa. Nanti dikumpulkan di kecamatan, polsek atau koramil. Kami akan membuat pelatihan atau sosialisasi dimulai pada 11 September 2023,” jelasnya.
Kapolda mengungkapkan pihaknya bersama Ketua DPRD Sumsel telah memberikan imbauan kepada seluruh camat dan kepala desa di tiga kabupaten tersebut agar terus mengingatkan warganya untuk tidak melakukan pembakaran di lahan gambut.
“Kebakaran lahan ini sungguh membuat tidak nyaman karena sedari pagi sudah harus mencium bau asap, apalagi untuk anak-anak tentu tidak aman dan bisa menyebabkan ISPA. Selain itu untuk penerbangan pun juga tidak aman tentunya, jadi dimohon pengertiannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahasiswa Unri Demo Gubernur Syamsuar di Akhir Jabatan, Ungkit Janji Kampanye
Lebih lanjut, kata Irjen Rachmad, untuk proses pemadaman lahan yang terbakar ini juga dilakukan melalui udara.
“Kita sudah pernah mengalami bencana buruk seperti ini pada tahu 2015 dan 2019, jangan sampai hal serupa terus berulang. Apalagi El Nino pada tahun ini cukup panjang,” kata Kapolda. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Mahasiswa Unri Demo Gubernur Syamsuar di Akhir Jabatan, Ungkit Janji Kampanye
-
Ini 4 Sekda yang Dibocorkan Jadi PJ Bupati Dan Wali Kota di Sumsel, Ada Sekda Palembang
-
Terungkap, Rapat Sebelum Adik Bupati Tewas Dibacok Bukan Pilkades tapi Investasi Sumur Minyak
-
Anak Dijanjikan Jadi Anggota TNI, Ibu di Palembang Tertipu Rp 47 Juta
-
Profil Ketua KONI Hendri Zainuddin, Tersangka Korupsi Dana Hibah Pemprov Sumsel
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang