SuaraSumsel.id - Aksi polisi gadungan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya terungkap. Seorang warga Jalan Mayor Salim Batubara, Lorong Belimbung, Kemuning Palembang, Sumsel mengaku menjadi anggota polisi demi kuras harta pacar demi hidup mewah di indekos.
Beruntung pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Kapolsek IB I Palembang Kompol Ginanjar Alya Sukmana membenarkan Polsek IB I Palembang mengamankan seorang pria mengaku anggota polisi dengan sejumlah korban.
“Korban salah satunya adalah pacarnya sendiri, kepada korban FM ini bahwa pelaku mengaku sebagai anggota Reskrim Polsek IB I,” ujar Kompol Ginanjar
Aksi ini terungkap setelah sepeda motor korban FM tidak dikembalikan pelaku dengan alasan kepada korban bahwa motornya telah di pinjam oleh Kanit Reskrim Polsek IB I.
“Korban ini datang ke Polsek IB I untuk mengecek motornya. Namun, tidak ditemukan namanya pelaku berdinas di Polsek IB I. Sehingga, kita yang mendapatkan laporan ini, langsung menerjunkan anggota unit Reskrim dan mengamankan pelaku saat berada di sebuah Kosan di Jalan Rawa Jaya, Kecamatan Kemuning,” terang Ginanjar.
Setelah pelaku dilakukan pemeriksaan, sambung Kompol Ginanjar, ternyata ada tiga korban. “Penipuan tiket konser, lalu bisa memasukkan orang dalam konser tersebut, dan pacarnya FM,” sambungnya.
Kerugian yang dialami pacarnya yakni uang, Rp 4 juta dan Rp 3,5 juta, serta Handphone, dan sepeda motor.
Dari pemeriksaan juga, masih kata Ginanjar, bahwa pelaku mendapatkan baju kaos tersebut, dengan membuatnya di kawasan Jalan Angkatan 66, Kecamatan Kemuning Palembang.
“Pelaku membuat sebanyak 3 buah, satu untuk dipakainya dan 2 baju diberikan kepada calon mertua. Atas ulahnya pelaku diterapkan Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” tegasnya.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, pelaku Arif mengaku mengelabui pacar demi bisa hidup mewah di indekos.
Berita Terkait
-
Sejumlah Pria di Palembang Ngamuk Rusak Rumah Warga dengan Motif yang Tidak Jelas
-
Tim BPK Temukan Kekurangan Ini Saat Tinjau Lapas di Sumsel: Jika Tidak Diatasi Bisa Jadi Masalah Serius
-
Warga Desa Arisan Buntal OKI Ramai Berburu Emas Kuno di Sungai, Ada Emas Soekarno
-
BREAKING NEWS! Sekelompok Pria Bersajam di Palembang Hancurkan Rumah Warga
-
Tol Indralaya Siap Beroperasi, Waktu Tempuh Palembang-Prambulih Hanya Satu Jam
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap