SuaraSumsel.id - Kejadian kecelakaan kerja di lubang penambangan emas tanpa izin kembali terjadi di Sarolangun, Jambi. Seorang pekerja tambang emas tanpa izin (Peti) di kawasan tersebut, ditemukan tewas akibat tertimbun tanah nan longsor.
Kejadian itu berawal dari dua warga asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan yang bekerja mencari emas secara ilegal di Kabupaten Sarolangun, Jambi namun saat mereka bekerja tertimbun tanah longsor di lokasi tambang emas ilegal atau Peti, kata rekan korban Putra, Sabtu.
Peristiwa tragis ini terjadi di lokasi Peti atau tambang emas ilegal ini sendiri, berada di wilayah Sungai Selembau, Desa Berenai, Kecamatan CNG, Kabupaten Sarolangun.
Korban yang dinyatakan meninggal dunia adalah Biden, warga Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan. Saat kejadian itu korban tertimbun banyak tanah longsor aktivitas Peti atau tambang emas ilegal, saat sedang rekannya yang bernama Des sempat ditolong warga namun dikabarkan dalam kondisi kritis di rumah sakit saat ini.
Putra, yang merupakan kerabat korban mengatakan, bahwa Biden masih sempat mengirim uang untuk biaya kuliah anaknya.
Itu beberapa hari sebelum kejadian naas ini. Kemudian pihak keluarga meminta Biden agar pulang ke kampung halamannya berlebaran Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.
Permintaan tersebut ditolak oleh Biden. Alasan Biden saat itu adalah dia masih ingin bekerja di tambang emas ilegal atau Peti itu. Namun bukan kabar rencana pulang yang didapat, keluarga korban justru mendapat kabar jika Biden tertimbun tanah longsor saat melakukan penggalian emas.
Menurut saksi lainnya korban Biden dan rekannya itu bekerja dengan sistem ‘nebeng' yakni melakukan penggalian di dekat galian eskavator. Karena galian baru, tebing di lokasi korban menggali emas runtuh dan menimbun keduanya dengan ketebalan tanah lima meter.
Proses evakuasi ini berlangsung cukup lama. Mengingat penggalian dilakukan secara manual atau sekitar dua jam penggalian baru bisa mengeluarkan tubuh korban.
Baca Juga: Kabar Baik Wong Palembang, Naik LRT Sumsel Besok Gratis
Setelah dievakuasi, jenazah Biden langsung dibawa ke Desa Noman Baru dan langsung dimakamkan di TPU Desa Noman Baru.
Melansir ANTARA, Camat Rupit Makhturidi saat dikonfirmasi mengenai insident tersebut mengaku, belum mengetahui secara detail informasi itu dan hanya memang banyak warga kita yang nambang di Jambi, mereka itu menambang dekat galian eskavator itu yang sering tertimbun longsor.
Tag
Berita Terkait
-
PP 26/2023 Memperparah Ancaman Bencana Ekologis Kepulauan Bangka Belitung
-
Kabar Baik Wong Palembang, Naik LRT Sumsel Besok Gratis
-
Layanan BRI Mempermudah Produk UMKM Sumsel ke Pelosok Negeri
-
Klasterisasi BRI Bikin Pempek Cek Ida 26 Ilir Palembang Makin Dikenal
-
Geger, Pelajar SMK di Muara Enim Sumsel Tewas di Rumah Kosong
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi