SuaraSumsel.id - Pemerintah Kota atau Pemkot Palembang, Sumatera Selatan memulai gerakan tanpa sampah plastik dalam pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha 1444 Hijriah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang Ahmad Mustain mengatakan gerakan bebas sampah plastik telah dibukukan dalam Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 23/SE/DLH/2023.
Surat edaran yang diterbitkan Wali Kota Harnojoyo pada Selasa (27/6) itu, menjelaskan beberapa poin terkait dengan tata pelaksanaan pemotongan hingga pembagian daging hewan kurban.
Setiap tata pelaksanaan tersebut mesti ditaati panitia pelaksana kurban dalam upaya mengurangi limbah sampah plastik.
"Kemudian tanggung jawab pengawasan pelaksanaan lapangannya dilakukan oleh perangkat kecamatan, kelurahan hingga ketua RT dan RW di Palembang," katanya.
Dia memaparkan tata pelaksanaan itu, di antaranya panitia pemotongan kurban diimbau menggunakan pembungkus daging pengganti kantung plastik, yakni menggunakan daun-daunan yang mudah didapatkan.
Daun-daunan yang direkomendasikan, seperti daun pisang, daun jati, atau anyaman daun bambu dan batang pohon bambu.
“Selain itu bisa juga masyarakat penerima kurban diminta bawa wadah sendiri yang dapat dipakai ulang untuk mewadahi jatah dagingnya,” katanya.
Dia menyebutkan dalam rencana jangka panjang, Pemerintah Kota Palembang akan menyediakan tim satuan tugas khusus yang menangani sampah plastik.
Baca Juga: BRIlian Preneur Asal Sumsel: Bawa UMKM Songket Palembang Naik Kelas Dengan Digitalisasi
Hal tersebut sebagaimana rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang juga berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia.
Ia menilai pembentukan tim ini penting untuk menekan produksi sampah, mengingat produksi sampah harian di Palembang saat ini mencapai 9.000 ton lebih. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Ribuan Umat Muslim Palembang Padati Masjid Sampai Jembatan Ampera Gelar Sholat Idul Adha
-
BRIlian Preneur Asal Sumsel: Bawa UMKM Songket Palembang Naik Kelas Dengan Digitalisasi
-
Sumsel Siap Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Herman Deru: Saya Sudah Dihubungi Pak Erick Thohir
-
BRILink Hidupkan Digitalisasi Pada Masyarakat Perbatasan Urban Palembang
-
Jembatan Ampera Jadi Lokasi Sholat Ied Idul Adha Besok, Ini Rute Pengalihan Lalu Lintasnya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?