SuaraSumsel.id - Penyidik Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memutuskan tidak jadi menahan tersangka penistaan agama Lina Mukherjee, Kamis (4/5/2023).
Lina Mukherjee yang ditampilkan di awak media terlihat pucat, dan hanya menggunakan pakaian tidur. Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Agung Marlianto mengungkapkan alasan tidak melakukan penahanan terhadap Lina Mukherjee karena ada penyakit kronis yang di indapnya.
“Tersangka LM tidak ditahan karena alami maag kronis, bahkan saat menjalani pemeriksaan maag kronis yang bersangkutan juga sempat kambuh,” ucapnya.
Meski demikian, Agung menjelaskan penyidikan dalam kasus penistaan agama ini terus berlanjut.
“Apabila nanti kami kembali memanggil yang bersangkutan wajib hadir,” ucapnya.
Usai jalani pemeriksaan Lina Mukherjee sempat aktif bersosial media. Dalam instagram pribadinya ia curhat terkait pemeriksaan yang dijalaninya.
Lina Mukherjee akui merasa nyaman meski berjam-jam jalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.
Hal itu disampaikan oleh tersangka Lina Mukherjee melalui instagramnya.
Rabu (03/05) sekitar pukul 09:51 wib, tersangka Lina Mukherjee mendatangi Gedung Subarkah Ditreskrimsus Polda Sumsel.
Baca Juga: Lina Mukherjee Dijerat Pasal Karet, YLBHI Ingatkan Polda Sumsel Fokus Pada yang Lebih Penting
Kedatangannya dalam rangka memenuhi panggilan penyidik Unit 1 Subsit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka.
“Pertama aku berterimaksih buat rekan media,, dari kamren mereka nunggu dari jam 10 pagi sampe jam II malam. Pertama masih proses penyelidikan. Kalo saya sih pengen ngobrol sama media tapi karna keadaan blum bisa terimaksih buat rekan-rekan media yang baik mengikuti semuanya,” ucapnya.
“Part 2 saya mentaati proses hukum yang ada. di sini saya mau ucapkan semua buat para follower,,keluarga teman atau kerabat terimaksih banyak atas perhatian dan lain lain,” lanjutnya.
Lina juga menceritakan kondisinya usai menjalani pemeriksaan kurang lebih mencapai 12 jam.
“Di sini saya bahagia penyidik baik, polda sumsel baik makanan dan lain-lain juga disediakan sangat sehat, dan juga service yang baik,”terangnya.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Lina Mukherjee menyampaikan pesan kepada hatters-nya bahwa dirinya tak sama sekali gentar dengan kasus yang menyandungnya.
Berita Terkait
-
Lina Mukherjee Dijerat Pasal Karet, YLBHI Ingatkan Polda Sumsel Fokus Pada yang Lebih Penting
-
Lina Mukherjee Akhirnya Diperbolehkan Pulang: Alhamdulillah, Masya Allah
-
Ditahan Polisi Akibat Konten Makan Daging Babi, Lina Mukherjee Sebut Publik Figur Juga Manusia
-
Lina Mukherjee Jadi Tersangka Gara-Gara Makan Babi, Intelektual NU Tak Setuju: Toh Dia Enggak Ngajak
-
Ditahan karena Konten Makan Babi Baca Bismillah, Lina Mukherjee Yakin Derajatnya Diangkat Tuhan
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Imsak Palembang Hari Ini 17 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Batas Sahur
-
Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
-
5 Fakta Bus PO Anugrah Terguling di Gumay Talang Lahat, Puluhan Penumpang Dievakuasi
-
BRI Optimalkan 276.717 EDC BRILink dan Posko Mudik BRImo 2026 untuk Perayaan Lebaran
-
Bandara SMB II Palembang Mulai Dipadati Pemudik, 11.526 Penumpang Terbang dalam Sehari