SuaraSumsel.id - Kelalaian kerja medis (mal praktek) yang dialami bayi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berakhir damai. Pihak keluarga menerima uang santunan Rp250 juta yang kemudian menganggap permasalahan tersebut sudah selesai dengan perdamaian pada pihak rumah sakit Muhammadiyah Palembang.
Hal ini disampaikan langsung oleh ibu dan bapak sang bayi saat acara perdamaian yang digelar di Polrestabes Palembang. Pihak keluarga pun berterimakasih pada Kapolrestabes Palembang.
Kesepakatan damai sebenarnya sudah terjadi sejak pekan lalu. Pihak keluarga sudah menganggap permasalahan tersebut sebagai musibah bersama.
Kapolrestabes Palembang Kombes Mokhamad Ngajib mengatakan kesepakatan restorative justice (RJ) atas laporan yang sebelumnya dilayangkan ayah korban, Suparman.
"Ayah korban, Suparman sudah menerima ikhlas kejadian yang menimpa anaknya. Rawat jalan masih difasilitasi rumah sakit," katanya.
Sebelumnya sang ayah Suparman membuat laporan mengenai kelalaian perawat RS Muhammadiyah Palembang, D. Dia pun sempat meminta pertolongan pada pengacara Hotman Paris.
Sejumlah pengacara di Palembang yang menjadi jaringan hukum Hotman Paris 911 menolong sang keluarga ini. Tersangka D sudah ditahan polisi guna mempertanggungjawabkan kelalaiannya.
Namun banyak pihak kemudian mengingatkan jika pihak RS juga harus bertanggungjawab.
Baca Juga: Lagi-Lagi, Pria di Muba Sumsel Nikahi Dua Perempuan: Sikok Bagi Duo Nian
Tag
Berita Terkait
-
Tampak Akur, Pria di Muba Menikahi Dua Wanita Sekaligus: Dipacari Dua-Duanya
-
Lagi-Lagi, Pria di Muba Sumsel Nikahi Dua Perempuan: Sikok Bagi Duo Nian
-
Sumsel Sambut Piala Dunia U20: Benahi Taman Jalan, Kualitas Rumput Stadion GSJ
-
Miris Anak SMK Tusuk Teman Gegara Diejek Bau, Ini Deretan Kasus Pembunuhan Berawal dari Bullying
-
Akibat Cuaca, Penerbangan Lion Air Transit di Bandara SMB II Palembang
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap