SuaraSumsel.id - Peringatan peristiwa lima hari lima malam kembali digelar di Monper Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Minggu (1/1/2023).
Kegiatan peringatan diawali dengan pawai bersama sejumlah komunitas sepeda ontel, jeep dan komunitas masyarakat kota Palembang yang di komandoi Komda Bang Japar Sumsel dikawal seluruh panitia dan satgas Bang Japar yang start dan finish di Monpera.
Setelahnya dilanjutkan treatrikal pertempuran lima hari lima malam di Palembang dengan berbagai orasi kebangsaan, pemotongan tumpeng sekaligus pemberian bingkisan dan tanda mata pada 20 veteran Sumsel seperti Rodi Abdullah, Romli Sayuti, Syaparudin, Romli Murod.
Perang 5 hari 5 malam yang terjadi di Kota Palembang pada 5 Januari 1947 yang silam. Ketua panitia Dr Dedi Irwanto MA mengajak masyarakat Palembang memperingati perang lima hari lima malam sebagai wujud nasionalisme dan kecintaan kepada NKRI.
"Acara ini dibentuk untuk memperingati peristiwa 47 tahun yang lalu, sehingga kita sebagai pencinta sejarah di kota Palembang bersama dengan 86 komunitas yang di bantu oleh Pemprov dan Pemkot kota Palembang bisa memperingati peristiwa 47 tahun yang lalu," kata Dedi.
Tak hanya itu dalam acara ini, ikut serta pula dari berbagai instansi baik dari legislatif dan juga eksekutif.
Kegiatan ini merupakan acara yang lebih meriah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang digelar dengan swadaya dari anggota.
"Tahun lalu hanya ada 52 komunitas yang ikut andil, tapi tahun ini meningkat menjadi 86 komunitas. Dan di tahun ini pemerintah kota dan provinsi lebih terlibat aktif, jika tahun kemarin kita lebih ke swadaya kita sendiri untuk menyelenggarakan acara ini. Tahun ini juga berbeda dari tahun kemarin karena di tahun ini ada digelar pameran," kata Sekretaris kegiatan Hidayatul Fikri alias Mang Dayat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan pemerintah akan hadir serta mencoba mengemas peringatan pertempuran lima hari lima malam di Palembang lebih meriah di tahun depan.
"Peringatan pertempuran lima hari lima malam ini adalah ungkapan, ekspresi bagaimana kita menghargai sebuah perjuangan," ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Sumsel: Palembang Diguyur Hujan Hari Pertama Tahun 2023
Di hari pertama peringatan perang lima hari lima malam ini berupa pawai kebangsaan dan pragmen pertempuran, teatrikal perang lima hari lima malam, orasi kebudayaan, santunan terhadap veteran, baca puisi dan doa bersama. Hari selanjutnya hingga tanggal 5 Januari kita akan menggelar bazar UMKM, pelantikan pengurus MSI Kota Palembang, diskusi sejarah dan nonton film sejarah.
Berita Terkait
-
150 Motif Kain Songket Palembang Didaftarkan Sebagai Kekayaan Intelektual
-
Cuaca Sumsel: Palembang Diguyur Hujan Hari Pertama Tahun 2023
-
Perayaan Malam Tahun Baru Berubah Kesedihan, Rumah di Komplek TNI AL di Palembang Terbakar
-
Batal Nikah, Dona Emoh Kembalikan Mahar Rp35 Juta Milik Calon Mempelai Pria Karena Alasan Ini
-
Dona, Calon Mempelai yang Viral Gagal Nikah Akhirnya Muncul Bikin Pembelaan! Bantah Semua Tuduhan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara