SuaraSumsel.id - Anggota TNI AL inisial US (27), dokter umum di Balai Kesehatan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palembang, menabrak ibu penjual gorengan inisial M (45) hingga tewas dan tukang tambal ban inisial PMK (38) yang mengalami luka berat.
Atas kejadian ini, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Palembang, Sumatera Selatan Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga kedua korban.
“Saya sebagai Danlanal menyampaikan mohon maaf kepada keluarga korban atas musibah yang melibatkan seorang oknum anggota (Lanal Palembang),” kata Widyo Sasongko, kepada wartawan di Dermaga Binpotmar Ilir Barat 1 Palembang, Kamis (17/11/2022).
Widyo membenarkan oknum anggota itu merupakan perempuan berinisial US (27) selaku dokter umum di Balai Kesehatan Lanal Palembang.
US mengalami peristiwa tabrakan ketika mobil yang dikendarainya hilang kendali saat melintas di Jalan RE Martadinata, Palembang, Selasa (16/11/2022) siang.
Mobil tersebut menerobos keluar bahu jalan menabrak seorang ibu pedagang gorengan berinisial M (45) hingga tewas dan seorang tukang tambal ban berinisial PMK (38) yang mengalami luka berat.
Atas peristiwa tersebut, Widyo menyatakan, pihaknya menjamin segala macam urusan mulai dari pemakaman, pengajian terhadap korban tewas.
Sikap pertanggungjawaban tersebut juga dilakukan Lanal Palembang dengan menjamin penanganan pengobatan seorang korban lainnya yang saat ini masih dalam perawatan rumah sakit itu.
“Semua itu adalah fokus kami saat ini yang diberikan kepada pihak keluarga korban,” ujarnya.
Baca Juga: Update Kecelakaan Beruntun di Solo: Pelajar Pengendara Honda Scoopy Akhirnya Meninggal Dunia
Danlanal juga memastikan, proses pemeriksaan terhadap US terus berlangsung, ditangani oleh POM AL bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Palembang sesuai ketentuan yang berlaku atas musibah dialaminya.
Sebelumnya, menurut penyelidikan Satlantas Polrestabes Palembang peristiwa tabrakan bermula saat pelaku US terinjak pedal gas ketika menghindari sepeda motor yang secara tiba-tiba melintas di depan mobilnya.
Dari situ menyebabkan laju kendaraan menjadi tidak terkendali dan menabrak gerobak gorengan dan saung tambal ban yang berada di sisi kiri bahu Jalan RE Martadinata.
Meski demikian polisi memastikan pelaku US saat kejadian tersebut dalam keadaan sadar dan sehat.
Adapun atas peristiwa tersebut mengakibatkan seorang perempuan pedagang gorengan berinisial M (45), warga Kelurahan 2 Ilir, Palembang, dinyatakan tewas di tempat kejadian setelah tubuhnya ditabrak mobil yang melaju cukup kencang.
Korban M yang diketahui merupakan ibu rumah tangga dengan tiga orang anak itu dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Kandang Kawat, Rabu (17/11/2022). Setelah sebelumnya sempat dievakuasi polisi ke RSUP Mohammad Hoesin.
Berita Terkait
-
Update Kecelakaan Beruntun di Solo: Pelajar Pengendara Honda Scoopy Akhirnya Meninggal Dunia
-
Setelah Terbakar Hebat, KM Mutiara Timur I Tenggelam di Perairan Karangasem Bali
-
Mobil Penumpang Terjun ke Sawah di Pidie, Satu Orang Terluka
-
Mitsubishi Pajero Tabrak Pedagang Gorengan di Palembang Sampai Tewas, Keluarga Korban Ungkap Hal Ini
-
Diduga Tak Kuat Menanjak, Sebuah Truk Terperosok ke Halaman Masjid di Kulon Progo
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?