SuaraSumsel.id - Kasus anak-anak usia di bawah enam tahun yang mengalami gejala penyakit gagal ginjal akut di Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah enam orang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Mohammad Hoesin Palembang Marta Hendry, dalam laporan resmi yang diterima di Palembang, Senin.
Marta Hendry mengatakan RSUP sebagai rumah sakit rujukan saat ini merawat sebanyak tiga orang anak sebagai pasien yang mengalami gejala penyakit gagal ginjal akut.
Ketiga orang pasien tersebut dirujuk ke RSUP beberapa hari lalu dengan keluhan di antaranya demam, muntah-muntah, sakit perut hingga tidak mengeluarkan urine setelah diberikan obat sirop penurun panas.
"Sebanyak tiga orang anak itu menjadikan jumlah kasus gejala penyakit gagal ginjal akut di Sumatera Selatan bertambah dengan jumlah total sebanyak enam kasus", katanya.
RSUP Palembang sudah merawat tiga orang pasien masing-masing satu orang warga Kota Palembang, satu orang pasien rujukan dari Provinsi Jambi.
"Keduanya diumumkan meninggal dunia pada Rabu 19 Oktober 2022, setelah menjalani perawatan intensif sekitar selama sepekan di RSUP Palembang," sambungnya.
Satu orang pasien gejala penyakit gagal ginjal akut lainnya yang berasal dari Kabupaten Lahat sudah dinyatakan sembuh.
Marta menyebutkan, RSUP Palembang sudah menyiapkan ruang khusus beserta tim medis untuk menangani pasien anak-anak yang mengalami gejala penyakit gagal ginjal akut tersebut.
Baca Juga: Sumsel Bakal Hujan Disertai Petir di Malam Hari, Diharap Siaga
Selain telah menyiapkan tim khusus menangani kasus kesehatan tersebut, pihaknya juga melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap obatan-obatan yang dipakai pasien sebelumnya.
Obat-obat itu akan dikirimkan ke bagian laboratorium toksikologi pada Laboratorium Forensik RS Bhayangkara Palembang.
"Serangkaian upaya yang dilakukan tim medis dan uji laboratorium tersebut, untuk meneliti lebih lanjut kasus gagal ginjal akut pada anak dan menemukan obat-obatan yang cocok, karena gangguan ginjal yang menyerang anak bukan diakibatkan oleh kuman ataupun virus, katanya.
Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat diimbau untuk sementara menghindari pemakaian obat-obatan jenis sirop pada anak-anak.
Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila mengetahui gejala penyakit pada anak seperti menderita demam dan jumlah urine yang kurang dari biasa, jangan langsung memberikan obat-obatan jenis sirop.
"Kami anjurkan para orang tua untuk melakukan tindakan non medis kepada anak yang mengalami demam seperti mengompres hangat, minum yang banyak serta memakai pakaian yang tipis, serta segera memeriksakan kondisi kesehatan anak ke rumah sakit yang ada dokter spesialis anaknya untuk tindakan lebih lanjut," ujarnya [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Cek Fakta: Viral Klaim BMKG Deteksi Ancaman Squall Line Malam Tahun Baru, Benarkah?
-
Sepanjang 2025, Transformasi BRI Berbuah Kinerja Solid dan Kontribusi Nyata untuk Negeri
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat