SuaraSumsel.id - Kasus penganiayaan dan pengeroyokan (plonco) yang terjadi saat Pendidikan Dasar (diksar) UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) yang dialami seorang mahasiswa masuk babak baru. Pihak kampus UIN Raden Fatah Palembang memanggil 10 mahasiswa yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.
Hal tersebut disampaikan melalui surat pemanggilan yang ditujukan Wakil Rektor warek) III UIN Raden Fatah Palembang, Dr Hamidah dan Kepala Biro AAKK, Jumari Iswadi.
“Menindaklanjuti laporan mengenai pelanggaran saat pelaksanaan Diksar UKMK Litbang di Kecamatan Gandus tanggal 02 Oktober 2022, akan diadakan pemanggilan mengenai pelanggaran yang telah dilakukan, maka dari kami mengharapkan kedatangan saudara pada Selasa, 04 Oktober 2022 di ruang rapat rektorat kampus A UIN Raden Fatah Palembang,” tulis surat tersebut.
Dalam keterangan dari surat tersebut, setidaknya ada 10 mahasiswa dilakukan pemanggilan terkait kasus pelanggaran pelaksanaan diksar UKMK Litbang tersebut.
Mahasiswa yang dipanggil diantaranya N (Jurnalistik), D (Ekonomi Syariah), F (Dakwah KPI), S dan AK (Syariah dan Hukum Prodi Perbandingan Mazulhab), RK (Tarbiyah), SO (Fisip), Panjul (UKMK PBM), A (Ketua Pelaksana Diksar Litbang) dan OR (Ketua Umum Litbang).
Kepala Tim Khusus Investigasi sekaligus Wakil Dekan III Fisip UIN Raden Fatah Kun Budianto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.
“Jadi kami belum bisa mejelaskan secara menyeluruh, karena kami baru membentuk tim untuk mencari fakta yang ada. Jika memang terbukti terjadi kekerasan di dalam kegiatan tersebut, jelas pihak UIN tidak akan tinggal diam," katanya pada Senin, (3/10/22).
Pihaknya menegaskan bahwa permasalahan ini akan diselesaikan dengan melakukan investigasi secara menyeluruh dan sesegera mungkin.
"Sekali lagi, ini akan kami selesaikan secepatnya sehingga tahu apa yang terjadi di lapangan," ujarnya.
Baca Juga: 1000 Lilin Suporter Sriwijaya FC, Sumsel Gelar Doa Bersama Tragedi Stadion Kanjuruhan
Karena ini baru satu kelompok yang dipanggil yang lainnya belum dipanggil jadi belum disimpulkan. Apapun yang ada informasi yang didapat akan kami panggil," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan seorang mahasiswa A Fakultas Adab daan Humaniora mengalami plonco saat pendidikan Diksar UKMK Litbag UIN Raden Fatah Palembang, Sumsel.
Mahasiswa kini mengalami trauma dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak keluarga menyesalkan dan meminta agar kasus ini diusut oleh pihak kampus.
Sementara pihak kampus itu mengungkapkan sudah melakukan investigasi atas kasus perploncoan tersebut
Kontributor: Siti Umnah
Tag
Berita Terkait
-
Pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan, Suporter Sriwijaya FC Berharap Hal Ini
-
Komunitas Teater di Sumatera Harus Jaga Peradaban Indonesia dari Manusia Antropogenik
-
1000 Lilin Suporter Sriwijaya FC, Sumsel Gelar Doa Bersama Tragedi Stadion Kanjuruhan
-
Ingat! Pengendara di Palembang Wajib Hindari 7 Hal Agar Tak Kena Razia Zebra Musi 2022
-
Palembang Tetap Harap Menjadi Tuan Rumah U-20 2023 Pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Sinergi Pengembangan Sumsel Health Tourism Bersama Pemprov Sumsel
-
5 Sepatu Lari Lokal Harga Rp300 Ribuan, Nyaman untuk Jogging dan Daily Run
-
Cetak Sawah Besar-besaran di Sumsel, Tapi Ancaman Alih Fungsi Masih Mengintai
-
BI Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan di Sumsel, Inflasi Melandai Meski Kemarau Mengintai
-
Nyaris Menyeberang ke Jawa, 5 Kilogram Sabu Diduga Dikawal Oknum Brimob dan TNI AL