SuaraSumsel.id - Duka tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur tidak hanya menjadi duka mendalam bagi sepak bola di Indonesia, namun juga dunia.
Klub sepak bola di sejumlah belahan dunia juga menyampaikan rasa duka yang yang mendalam atas tragedi yang menewaskan hingga 125 orang ini. Di Indonesia setelah peristiwa mengerikan tersebut, para pendukung berbagai klub Liga 1 mengadakan acara doa bersama di daerah masing-masing.
Di Jakarta, kumpulan dari berbagai pendukung klub sepak bola Indonesia bergabung di depan kantor Kemenpora guna berbela sungkawa terhadap para korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang sekaligus mendesak pemerintah menginvestigasi kejadian yang menewaskan 125 orang tersebut.
Para pendukung PSIS Semarang, misalnya, berkumpul di Stadion Jatidiri pada Minggu (2/10) guna berdoa dan berbela sungkawa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Sementara di belahan dunia lainnya:
Di Inggris misalnya, para pemain Manchester United dan Manchester City memakai pita hitam pada lengan mereka saat berlaga dalam pertandingan Liga Primer pada Minggu (2/10) sebagai tanda duka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Tidak hanya mereka, sejumlah klub Liga Primer termasuk Arsenal, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Chelsea, dan Tottenham Hotspur juga menyampaikan duka yang mendalam melalui media sosialnya.
Melansir Suara.com, prosesi mengheningkan cipta juga dilakukan sebelum pertandingan antara Espanyol dan Sevilla FC di Stadion RCDE, Barcelona.
Sebelum laga antara NEC Nijmegen dan Feyenoord FC digelar, para pemain, ofisial, dan para penonton di Stadion De Goffert terlihat menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan terhadap para korban di Stadion Kanjuruhan Malang.
Baca Juga: BMKG: Cuaca Sumsel Hari Ini, Potensi Hujan Disertai Petir di Sebagian Wilayah
Di Spanyol, kompetisi La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol sepakat klub-klub akan melakukan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan hari Minggu (02/10). Sedangkan para pemain dalam pertandingan Real Madrid CF kontra Osasuna tampak berangkulan seraya mengheningkan cipta sesaat sebelum laga dimulai Estadio Santiago Bernabeu.
Sejumlah pemain, seperti Toni Kroos dan Vinicius Jr tampak memejamkan mata.
Pernyataan dari La Liga menyebutkan mengheningkan cipta dilakukan sebagai tanda duka cipta kepada rakyat Indonesia, khususnya bagi keluarga korban meninggal dan menghaturkan cepat sembuh bagi yang terluka.
Tag
Berita Terkait
-
Jadi Sorotan Dunia, Dua Klub Raksasa Inggris Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan
-
Buntut Insiden Kanjuruhan, Arema FC Terancam tak Bisa Main Kandang Satu Musim
-
Puan Minta Investigasi Total Tragedi Kanjuruhan Malang
-
Kerusuhan Kanjuruhan Buat Gus Miftah Menangis: Tidak Layak Satu Nyawa Melayang Gara-gara Sepak Bola
-
Lampu Merah Manajemen Penonton Bola di Indonesia
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
BRILink Rieche Endah Mudahkan Warga Dusun di Sumbawa Bertransaksi Keuangan
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Emas Dilepas Demi Lebaran, Warga Ini Rela Jual Perhiasan Agar Bisa Pulang Kampung