SuaraSumsel.id - Presiden Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mencuri perhatian publik. Belum lama ini, ia mengunggah foto pertemuan bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Firli Bahuri. Pertemuan itu disebutkan berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan.
Presiden Sriwijaya FC ini pun mengunggah pertemuan itu di media sosialnya. Ia mengunggah foto bersama Firli Bahuri. Kunjungan tersebut pun dilakukan Hendri Zainuddin bersama istri. Di unggahan tersebut, netizen pun menanyakan kabar klub jelang liga 2.
Pertanyaan netizen ini tampaknya karena ingin mengetahui bagaimana susunan pemain, dan strategi manajemen Sriwijaya FC jelang liga yang memang akan bergulir di bulan Agustus nanti. Apalagi, Sriwijaya FC berkeinginan memasang target ingin kembali ke liga 1 di laga sepak bola tanah air ini.
Di unggahan Presiden Sriwijaya, tampak Hendri Zainuddin bertemu pada situasi yang santai. Tampak juga Ketua KPK Firli Bahuri dengan mengenakan kaos kasual. Foto tersebut tampak lengkap berempat.
"Malam ini silaturrahim dengan kanda Firli Bahuri di Palembang," tulis Hendri Zainuddin.
Banyak kemudian netizen yang menomentari hal ini. Di antara salah satu komentar, netizen yang mungkin penggemar Sriwijaya FC menanyakan situasi klub Sriwijaya FC.
"Sriwijaya Fc kabarnya gimana ya pak, Liga 2 sebentar lagi mulai," tanya kevinoctavianmaldini.
Sementara itu netizen lain juga memuji pertemuan ini.
Hendri Zainuddin belum lama ini memang menjadi sorotan lantaran salah satu suporter Sriwijaya FC, Singa Mania meminta agar dirinya mundur dari kepengurusan Sriiwjaya FC. Mengingat Sriwijaya FC yang gagal memperoleh tiket menuju lliga 1.
Singa Mania menilai manajemen tim telah gagal membawa prestasi Laskar Wong Kito ke Liga I. Bahkan persiapan musim baru Liga 2 yang semakin dekat namun tim belum juga terbentuk.
Selain itu, Singa Mania juga meminta Gubernur Sumsel, Herman Deru akan lebih peduli terhadap keadaan Tim Sriwijaya FC sebagai aset Provinsi Sumatera Selatan.
Singa Mania juga memuntut mempercepat pembentukan kerangka tim Sriwijaya Fc untuk kompetisi Liga 2 2022 dengan target promosi ke Liga 1 2023.
Hendri kemudian tidak tinggal diam. Dia menjawab mengenai penilaian gagal oleh kelompok suporter ini.
"Menjelang musim kompetisi 2022 ini, saya barusan mengikuti Kongres PSSI di Bandung, menyimpulkan semua tim hampir 80 persen belum ada persiapan. Baru ngotak-ngatik. Karena semua tim trauma, karena kompetisinya kapan dan bagaimana bentuknya belum tahu pasti. Semuanya masih kabur, nantinya berapa wilayah. Nah itu sebetulnya sangat menentukan. Kesiapan kita sekarang, masih menunggu pengelola klub ini. Apakah akan bekerjasama dengan pihak luar (investor/akuisisi), ataukah nanti pengurus ini akan dirombak. Kita lihat dalam minggu ini," ujar Hendri beberapa waktu yang lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Diminta Mundur Karena Gagal Bawa Sriwijaya FC ke Liga I, Hendri Zainudin Ungkap Beban Klub Rp 31 Miliar
-
Statistik Mentereng Sunawan Rusni Bikin Lini Depan Persis Solo Kian Mengerikan
-
22 Klub Ganti Nama pada Musim 2022, Klub Sriwijaya FC Pertahankan Nama Sriwijaya FC
-
Semen Padang FC Minta Liga 2 Digelar Tandang Kandang dan Dihadiri Penonton
-
Jelang Kompetisi Liga 2, Gresik United Terus Berburu Pemain Baru, Ini 2 Pemain Anyarnya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?