SuaraSumsel.id - Ajang multi cabang olahraga 11 negara Asia Tenggara SEA Games Vietnam 2021 resmi ditutup pada upacara penutupan di Vietnam Asian Indoor Games Stadium, Hanoi, Senin,.
Diumumkan empat atlet terbaik yakni Nguyen Thi Qanh (Vietnam), Joshua Robert Atkinson (Thailand), Nguyen Huy Hoang (Vietnam) dan Jing Wen Quah (Singapura).
Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda Asia Tenggara, negara sosialis-komunis ini dapat membuktikan bahwa dengan solidaritas antarbangsa yang tercipta di tingkat regional membuat SEA Games dapat digelar kembali setelah ditunda selama satu tahun.
“Kami berterima kasih sekali atas dukungan yang diberikan 11 negara peserta kepada Vietnam sehingga SEA Games dapat terlaksana dengan baik,” kata Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam Pam Minh Chinh.
SEA Games kali ini cukup mengejutkan. Setelah vakum selama tiga tahun ternyata negara-negara peserta tak sekadar jadi peserta tapi mau berdarah-darah untuk memperebutkan keping medali.
Setiap negara beradu taktik dan strategi untuk mendapatkan tempat terbaik. Luapan kegembiraan dan derai air mata atlet karena meraih kemenangan atau kekalahan menjadi sajian yang tak terlupakan di pentas SEA Games.
Kali ini pun demikian, Vietnam sebagai tuan rumah ditetapkan menjadi juara SEA Games edisi ke-31 ini dengan 205 emas, 125 perak, 116 perunggu. Disusul Thailand dengan 92 emas, 103 perak dan 136 perunggu.
Kemudian peringkat ketiga diraih Indonesia dengan 69 emas, 91 perak dan 81 perunggu. Namun bagi Indonesia, SEA Games kali ini benar-benar berbeda.
Indonesia hanya mengirimkan 499 atlet yang terjun di 32 cabang olahraga dan 315 nomor pertandingan atau hanya separuh dari kekuatan di SEA Games Filipina 2019 yakni 841 atlet dari 52 cabang olahraga. Di Manila, Indonesia mengumpulkan 72 emas, 84 perak, serta 111 perunggu yang berakhir di urutan empat.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 24 Mei 2022: Sumsel Bersuhu Terik, 34 Derajat Celcius pada Siang Hari
Walau memangkas jumlah atlet, hasil yang diraih Kontingen Indonesia cukup mengejutkan karena mampu melampaui target empat besar yang ditetapkan pemerintah.
Indonesia mampu bertengger di tempat ketiga atau naik satu tingkat dibandingkan capaian di Manila, Filipina tahun 2019.
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono yang sekaligus sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada SEA Games Vietnam 2021 mengatakan negara kali ini melakukan langkah berbeda dalam menentukan atlet yang akan dikirim ke SEA Games.
Tim review atlet terdiri dari Kemenpora, KONI, KOI, para pakar (akademisi) melakukan analisis menggunakan data terkini dan parameter/indokator lainnya dalam memberikan atlet tiket berlaga di SEA Games.
“Tidak semua nomor diikutsertakan, hanya nomor-nomor yang berpotensi medali saja. Jika kita ikut semua maka sama artinya dengan memberikan kesempatan bagi negara lain untuk mendapatkan medali,” kata Fery.
“Kita ada 19 medali yang meleset (tidak dapat emas) karena faktor tuan rumah. Tapi beruntungnya kita dapat 10 medali yang tak diduga seperti kick boxing yang dikira satu emas tapi dapat dua emas, panahan juga. Dan bola basket, karena menyangka Filipina masih superior,” katanya.
Berita Terkait
-
Pesona Aislinn Konig, Atlet Basket yang Jadi Pujaan Hati Sandy Walsh
-
Oppo Ungkap Faktor Harga HP 5G Bisa Lebih Murah di Indonesia
-
KPK Terima Kunjungan 45 Finalis Puteri Indonesia Untuk Dibekali Nilai-nilai Anti-Korupsi
-
NasDem Belum Tentukan Arah Koalisi Pilpres 2024, Surya Paloh: Kami Mencari Yang Terbaik
-
Hari ini Mesut Ozil Datang ke Indonesia, Kunjungi Cikupa Tangerang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nenek 87 Tahun di Muara Enim Tewas di Tangan Anak dan Cucu, Ini Motifnya
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden