SuaraSumsel.id - Agnez Mo hadir sebagai bintang tamu di chanel YouTube Good Mythical Morning yang dipandu Rhett dan Link. Ia pun bangga memperkenalkan berbagai makanan khas Indonesia, di antaranya pempek Palembang.
Di chanel YouTube dengan tajuk International Street Food Taste Test, mulanya dikenalkan ceker setan. Makanan yang berasal dari Malang ini memang dikenal berasa pedas.
Dua komedian Amerika Serikat ini tampak seperti pemilik restoran yang akan mencoba rasa makanan khas Indonesia tersebut. Agnez Mo di chanel YouTube yang dirilis 19 April 2022 itu pun menjelaskan detail makanan disajikan.
Makanan kedua yang dikenalkan adalah pempek ikan Palembang. Agnez menyebutnya fish cake. Penyanyi berkelahiran 1 Juli 1986 ini kemudian mengenalkan komposisi pempek Palembang.
"Oh this is favorite one (oh, ini salah satu makanan kesukaanku)," ujar Agnez Mo membuka penutup makanan kedua tersebut.
Agnez Mo yang menyebut Pempek Palembang dengan fish cake itupun dengan lancar menjelaskan komposisi bahan Pempek Palembang.
"Oh my gosh (wah), a fish cake made in ground fish and tapioca (pempek terbuat dari daging ikan yang dicampur tepung tapioka," terang Agnez Mo.
Link mempertanyakan adanya telur yang ada di dalam pempek tersebut. "They got a egg inside a fish, y'all (ada telur di dalam ikan)," tanya bule tersebut.
Ketiganya kemudian mencicipi pempek Palembang tersebut. Agnez Mo juga mengenalkan cuka pempek dan menuangkannya di atas pempek.
Baca Juga: Atlet Senam Sumsel Fajar Abdul Rohman Batal Berlaga di Sea Games, Karena Kemenpora Tak Ada Anggaran
"Its look incredible (ini luar biasa)," aku Rhett.
Link kembali menjelaskan adanya komposisi telur ayam dibalutan daging ikan tersebut. Agnez Mo juga mengungkapkan, saat mengkonsumsi pempek juga disajikan mi.
Bahkan Rhett memastikan saat makan pempek Palembang biasanya dipegang dengan tangan.
"Can i use my hand (kan bisa makan pakai tangan)?", tanya pria tersebut memastikan jika mengkonsumsi pempek juga bisa langsung dipegang.
Dari perbincangan mempromosikan pempek ini, Agnez Mo mengungkapkan jika Indonesia ialah negara kepulauan yang kemudian mempengaruhi banyak ragam makanan tradisional. Salah satunya berbahan dasar hasil laut, seperti ikan pada makanan pempek Palembang ini.
Agnez Mo juga mengungkapkan pempek Palembang bisa menjadi makanan utama atau makanan penutup, sejenis makanan kecil. Pria bule ini pun memastikan, jika makanan berbahan campuran telur juga bisa menjadi makanan penutup di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Agnez Mo Sadar Sering Dibanding-bandingkan: Saya Dianggap 'Standar' Mereka
-
Agnez Mo Dinilai Kalah Saing dari NIKI dan Rich Brian, Netizen Nyinyir: Di Luar Negeri Lo Nggak Terkenal
-
Arya Saloka Diisukan Hengkang dari Ikatan Cinta, Desy Ratnasari Dilamar Jadi Istri ke-2
-
Kena Julid Gegara Cuma Jadi Co-Host American Music Awards, Agnez Mo Beri Jawaban Pedas
-
Resep Dadar Jiwo, Takjil Legendaris Wong Palembang yang Praktis
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari
-
Mau Seru-seruan di Pestapora 2026? Manfaatkan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit
-
Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?
-
Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?