SuaraSumsel.id - Elvi Ansori, warga Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, menggeluti budidaya maggot.
Maggot adalah binatang sejenis belatung yang dapat mengurai sampah organik.
Selain membantu mengatasi sampah organik yang menumpuk di pasar Tradisional, kata Elvi, maggot juga diperjualbelikan dan menghasilkan uang.
"Harga maggot diperjualbelikan dengan harga Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram," kata Elvi, Sabtu (26/2/2022).
Maggot merupakan telur serangga yang memiliki nama 'Black Solder Fly' atau BSF yang mengkonsumsi sampah organik seperti sayuran dan sisa makanan rumah tangga.
Elvi menyebutkan, bahwa dirinya baru membudidayakan maggot selama enam bulan di kediamannya.
Alasan membudidayakan maggot untuk menekan biaya pakan ternak ayam yang ia pelihara.
Dalam sehari, dirinya membutuhkan limbah organik sebanyak 300 kilogram untuk konsumsi moggot dalam sehari untuk 10 kotak biopon atau tempat moggot.
"Untuk menghasilkan maggot yang baik membutuhkan waktu selama satu bulan dari proses telur hingga dapat dipanen," terang Elvi.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Enggano Bengkulu
Selain itu, kotoran maggot atau kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk urea untuk tanaman sayuran yang berada di sekitar rumahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Raih Penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Demi UMKM Naik Kelas, Kepala Unit BRI Rela Tempuh Jalan Berlumpur di Rantau Prapat
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah