SuaraSumsel.id - Ibu hamil yang diketahui bernama Rusminah (40) warga Dusun 7 , Sungai Gula , Kecamatan Rawas Ilir , Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan terpaksa ditanduh karena akan melahirkan ke pelayanan kesehatan.
Ibu ini harus menempuh perjalanan selama 6 jam agar sampai ke Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA Dwisari Lubuklinggau, namun sayangnya saat di RSIA Dwisari nyawa bayinya tidak tertolong.
Kejadian ini pun viral di media sosial seperti di infomuratara. Dalam video yang diunggah ibu hamil ini harus melewati jalan yang rusak karena becek dan untuk melewati jalani harus berjalan kaki kendaraan rida dua dan empat tidak bisa melewati jalan tersebut.
Menanggapi berita ibu hamil yang viral hendak melahirkan dari Kabupaten Muratara ini, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya sudah mengecek dan mengetahui jika desa tersebut merupakan Desa di Rawas Ilir.
"Mungkin jalan tersebut adalah jalan yang bisa dilalui kendaraan pengangkut komoditas sawit sehingga jalannya seperti itu,"kata Deru, Selasa (18/1/2021).
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih menunggu laporan dari Pemerintah Kabupaten. "Jika keuangan tidak memadai akan dibantu pemerintah Provinsi," ungkap Herman Deru.
Camat Rawas Ilir Syukur mengatakan jalan yang dilalui ibu hamil memang mengalami kerusakan setiap musim hujan.
"Sudah sering dilaporkan dan diperbaiki, kalau masuk musim penghujan jalan menjadi hancur dan licin," ujarnya.
Menurut Syukur, status jalan tersebut merupakan jalan Provinsi namun memang selama ini, memang belum pernah diperbaiki untuk diaspal.
Baca Juga: Gapkindo Sumsel: Dua Pabrik Berkapasitas 6.000 Ton per Bulan Gulung Tikar
" Akses jalan menuju Lubuklinggau hanya jalan yang itu saja tidak ada jalan lain dan memang saat ini sedang musim hujan jadi memang hancur," akunya.
Kontributor : Welly Jasrial Tanjung
Tag
Berita Terkait
-
Gapkindo Sumsel: Dua Pabrik Berkapasitas 6.000 Ton per Bulan Gulung Tikar
-
Operasi Pasar Digelar, Harga Minyak Goreng di Palembang Bertahan Rp19.000 per Liter
-
Truk Tangki Air di Palembang Tabrak Pohon, Supir Luka Berat dan Terjepit
-
Ekspedisi 5 Mahasiswi Unsri Arungi 9 Sungai Besar Sumsel: Masih Temukan Sampah dan Limbah Cair
-
Satu Ton Kerupuk Getas Babel Diterbangkan ke Singapura
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?