SuaraSumsel.id - Kejaksaan Negeri Lahat tengah menyidik kasus dugaan perjalanan dinas fiktif di Dinas Perpustakaan Kabupaten Lahat dengan nilai anggaran mencapai Rp1,1 miliar.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Lahat Fithrah mengatakan, pelimpahan kasus ke BPKP guna menghitung kerugian negara, atas dugaan SPPD fiktif yang dilakukan oknum di Dinas Perpustakaan Kabupaten Lahat.
“Sejak bulan November sampai dengan sekarang, kita sudah limpahkan ke BPKP untuk penghitungan kerugian negara yang di timbul dari SPPD fiktif. Sekarang masih dalam proses penghitungan,” katanya seperti melansir dari Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Rabu (12/1/2021).
Pada dugaan SPPD fiktif itu, Dinas Perpustakaan Kabupaten Lahat, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,1 miliyar, dengan rincian Rp 828 juta perjalanan dinas ke luar Kabupaten Lahat, dan Rp 266 juta untuk perjalanan dalam Kabupaten Lahat.
“Kita tunggu saja, kalau sudah selesai penghitungannya, sudah ada penetapan dari BPKP, maka kita akan menyampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab, untuk segera mengembalikan kerugiannya,” sambungnya.
Dugaan sementara kerugian negara mencapai Rp 400 juta, namun pihaknya tetap menyerahkan kerugian negara secara ril kepada pihak berwenang yakni BPKP.
Berita Terkait
-
Iming-iming Warga Urus e-KTP dan PKH Cepat, Pecatan ASN Disdukcapil Ditangkap Polisi
-
Pinjam Rp112 Miliar dari PT SMI, Pemkot Palembang Ingin Bangun Infrastuktur Ini
-
Tiga Jembatan di Aliran Sungai Bendung Direkonstruksi, Cegah Banjir Palembang
-
PT SM dalam Laporan Kaesang dan Gibran, Ungkit Karhutla Terparah di Sumsel
-
Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Operasi Pasar Minyak Goreng di Sumsel
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga