“Saya akhirnya banyak mengetahui berbagai perlakuan pada lahan gambut, terutama gambut dalam. Misalnya mengkondisikan gundukan sebagai lokasi tanam, misalnya bagaimana ketinggian gundukan yang pas buat tanaman Nyamplung, dan tanaman lainnya,” ujarnya.
Ditemani dengan Sumatri, yang juga menjadi bagian dari komunitas Gambut yang melibatkan anak-anak muda di desa tersebut, diperoleh banyak potensi dan kemungkinan pembudidayaan tanaman di lahan basah.
Dikatakan Sumantri, lahan milik Nungcik merupakan satu-satunya lahan percontohan di desa. Namun dari lokasi ini, masyarakat desa juga makin tertarik mencontoh bagaimana gambut bisa dimaksimalkan.
“Nantinya, bakal ada pengembangan nyamplung dengan mangga, ada juga nyamplung untuk produksi madu,” ujarnya.
Baca Juga: Ditantang Maju di Pilgub Sumsel, Ketua Demokrat Cik Ujang: Harus Hitung Kalkulasi
Pengenalan menanam nyamplung ini tergolong baru untuk lahan gambut (peatland). Pada umumnya, tanaman hutan ini ditanam di tanah mineral atau lahan-lahan pesisir pantai sebagai penahan angin.
“Bisa dikatakan yang di lahan gambut ini, trial bagaimana nyamplung sebagai tanaman untuk restorasi gambut. Tujuan awalnya ialah mengoptimalkan lahan gambut yang kerap terbakar, sehingga juga tidak hanya bisa padi sonor dan purun,” ujar Peneliti CIFOR, Yustina Artati saat dihubungi Suara.com, Selasa (21/12/2021).
Mulanya pengenalan tanaman ini, ialah upaya restorasi yang merupakan upaya memperbaiki sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang rusak. Restorasi gambut gambut untuk meningkatkan produktivitas lahan gambut yang terdegradasi sekaligus sebagai usaha preventif terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
“Sehingga Nyamplung ini benar-benar, komoditas baru yang dikenalkan di masyarakat Sumsel, dan baru diuji coba ditanam di lahan gambut. Karena kan selama ini, gambut dikenal hanya tanaman musiman, seperti padi dan buah, jika nyamplung ini berupa tanaman kayu, atau kehutanan,” terangnya.
Di Pulau Kalimantan, tanaman nyamplung sudah dicuba di lahan gambut lebih dahulu. Plot penelitian uji coba tanaman bioenergi di Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah
Baca Juga: Palembang Diguyur Hujan Sore Ini, Berikut Prakiraan Cuaca Sumsel 28 Desember 2021
Di lokasi ini, ada bioenergi species, yaitu Nyamplung, Kemiri Sunan, Kaliandra dan Gamal yang juga ditanam pada lahan gambut yang sama, salah satunya tanaman Nyamplung.
Berita Terkait
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Jejak Pendidikan Umi Hartati: Sarjana Ekonomi hingga Ketua Komisi yang Ditahan KPK
-
Dijerat OTT KPK, Ini Daftar Kekayaan Miliaran Umi Hartati yang Jadi Sorotan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap