Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Jum'at, 05 November 2021 | 16:28 WIB
penemuan Rafflesia Arnoldii di perbatasan Kabupaten Lahat dan Muara Enim, Sumsel. [ANTARA]

SuaraSumsel.id - Rafflesia Arnoldii, puspa langka tersebar dan tumbuh subur di hutan belantara Sumatera Selatan (Sumsel).

Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Wahid Nurrudin mengatakan Rafflesia Arnoldii bunga yang juga dikenal bernama Padma Raksasa tersebut ditemukan tersebar di hutan hujan tropis dataran rendah perbatasan Kabupaten Lahat dan Muara Enim.

Penemuan perdana bunga parasit sejati berwarna merah besar tersebut dilakukan oleh tim konservasi BKSDA Sumsel pada Agustus 2019. Mereka menemukan sembilan bunga di Suaka Margasatwa Isau-isau Kabupaten Lahat.

Dari penemuan tersebut, tim melakukan observasi selama satu bulan membuktikan apakah yang ditemukan tersebut adalah  Rafflesia Arnoldii.

Baca Juga: Hukum Islam Makamkan 2 Jenazah Satu Liang Lahat Seperti Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah

Setelah semua ciri yang ada pada tanaman tersebut dipastikan sama dengan rekap penelitian, pada Oktober 2021 keberadaan bunga tersebut resmi diumumkan.

“Kami pastikan yang ditemukan saat itu adalah Rafflesia Arnoldii, tanaman khas pulau Sumatera,” kata dia, Jumat (5/11/2021) dikutip dari ANTARA.

Menurutnya, Suaka Margasatwa Isau-isau yang luasnya mencapai 14 ribu hektare itu bukan menjadi satu-satunya tempat penyebaran Rafflesia Arnoldii, melainkan sejak saat ditemukan juga tumbuh menyebar secara sporadis di beberapa wilayah lain.

Tim konservasi menemukan beberapa individu lagi di hutan wilayah Desa Air Lingkar, Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat pada tahun 2019 dan hutan Desa Pagar Agung, Kecamatan Semende Darat Laut, Muara Enim tahun 2020.

Dari dua lokasi tersebut ditemukan 10-20 individu Rafflesia Arnoldii dalam fase knop (kuncup bunga) yang tumbuh pada satu hamparan. Lokasinya berjarak cukup jauh dari desa sekitar 1,5 sampai 2 jam berjalan kaki, sehingga kemungkinan masih banyak lagi yang tumbuh di sana.

Baca Juga: Mantan Calon Wali Kota Palembang Ditangkap Polda Sumsel, Ini Kasusnya

“Setiap satu individu mekar terus layu nanti ada lagi untuk individu baru di lokasi tersebut. Seterusnya, begitu akan terus tumbuh. Saat ini mungkin ada 10-20 individu, bisa juga lebih dari itu,” ujarnya.

Load More