SuaraSumsel.id - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) di Palembang, Sumatera Selatan memukul adik tingkatnya.
Mahasiswa Polsri itu tampak membully hingga memukul bagian kepala. Video tersebut akhirnya viral dan ramai dikomentari warganet.
Salah satu akun yang membagikan video pemukulan tersebut @plg_kucarkacir.
Dalam video berdurasi 10 detik tersebut terlihat mahasiswa yang menjadi korban datang mengadap para kakak tingkatnya. Lalu ia pun, disuruh membuka baju. Barulah terjadi pemukulan bersama-sama tersebut.
Kekinian, korban pemukulan telah melakukan pelaporan dan pihak Polsri telah menyerahkan kasus tersebut pada pihak kepolisian.
Selain berita di atas, ada pun tiga berita lainnya yang menarik di akhir pekan kemarin yakni:
1. Kader Partai Gerindra Sumsel Usung Prabowo Jadi Presiden 2024
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Kartika Sandra Desi mengatakan, partai Gerindra siap mendorong Ketua Umum Partai Gerindra untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024.
Dorongan untuk Prabowo yang merupakan menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, untuk maju mencalonkan diri sebagai Presiden mendatang terus digencarkan kian besar.
Baca Juga: Dirampas Puluhan Tahun, Warga Tanjung Rancing Sumsel Siap Rebut Tanah yang Dikuasai PT TMM
2. Kisah Pencari Harta Karun di Sungai Musi, Harga Jual Puluhan Juta Jadi Daya Tarik
Deretan kapal-kapal pencari barang-barang kuno di Sungai Musi terus menjadi sorotan. Setelah media asing mengungkapkan temuan emas kuno yang diprediksi pada masa Sriwijaya membuat, profesi ini kembali diulik.
Selama ini, para pencari benda-benda kuno sengaja menyelam dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai profesi. Benda-benda yang berada di Sungai Musi banyak disebut berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya.
3. Pelita dari Energi Bersih Perut Bumi Sumsel
Pagi ini, suhu terasa sangat dingin. Cuaca pada umumnya kawasan perbukitan di Provinsi Sumatera Selatan. Meski diselimuti suhu dingin, perut bumi Sumatera Selatan terkhusus di perbukitan Lumut Balai, kabupaten Muara Enim menyimpan kekuatan energi yang sangat besar.
Energi tersebut, ialah energi panas bumi atau dikenal geothermal. Energi tersebut kini telah berubah menjadi listrik yang tentu memberi manfaat bagi pencahayaan sekaligus memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakatnya.
Dua desa berada di kawasan perbukitan Lumut Balai adalah Desa Penindaian dan Babatan. Kedua desa ini memang dikenal sebagai kampungnya petani kopi.
Mereka membudidayakan kopi di kawasan perbukitan secara turun temurun. Menjadikan kopi sebagai komoditas ekonomi dan andalan penghasilan mereka. Meski pengelolaan atau sektor hilirnya masih sangat tradisional.
Menariknya di Desa Penindaian, kata Camat Semende Darat Laut, Edi Supriyanto kepada Suara.com masyarakatnya masih asli Semende.
“Desa itu kehidupan masyarakatnya asri, mereka bertanam kopi turun temurun, kopi khas orang Semende,” ujar dia, Sabtu (30/10/2021) kemarin.
Sementara desa tetangga yang juga menghasilkan kopi, Desa Babatan masyarakatnya lebih heterogen. Masyarakatnya sudah berasal dari suku Ogan, Komering dan lainnya
“Meski demikian, kehidupan ekonomi kedua desa tergolong makmur. Kedua desa ini pun sudah teraliri listrik,” katanya.
Kedua desa sudah mendapatkan pencahayaan yang dipergunakan masyarakat bagi kehidupan sehari-hari. Di Kecamatan Semendo Darat Laut sendiri, sambung Edi, hanya ada satu desa yang belum teraliri listrik.
“Karena beda ya, masyarakat yang sudah teraliri listrik akan lebih efisien dalam pengelolaan komoditas pertanian, ketimbang yang belum,” ucapnya.
Apalagi, kualitas pengelolaan akan sangat mempengaruhi harga jual kopi. Dengan adanya listrik yang teraliri ke desa, masyarakat nantinya lebih bisa berinovasi menciptakan mesin-mesin pengolahan kopi yang lebih efisien dan bersaing.
Masyarakat desa, kata Edi, terus didampingi guna menciptakan inovasi pertaniannya. Apalagi, listrik telah mengalir menerangi desa di kawasan perbukitan tersebut.
Kata Edi, desa-desa di daerah perbukitan memiliki tantangan pembangunan tersendiri, terutama infrastruktur.
“Pak Kades, Dedi, pun mengungkapkan listrik memberikan energi lain bagi desa. Mereka bisa beraktivitas banyak, terutama pada malam hari. Belum lagi, untuk kebutuhan pendidikan,” ucapnya.
Selain untuk penerangan di rumah, listrik pun sangat berperan bagi penerangan jalan, mengingat desa ini berada di perbukitan. Kedua desa ini adalah desa terdekat dari upaya Pertamina memberikan energi lain bagi negeri.
PT Pertamina Geothermal Energy atau PT. PGE, adalah salah satu anak perusahaan PT Pertamina yang mengembangkan usaha panas bumi secara berkelanjutan.
Dua desa tersebut telah menerima bantuan lampu jalan yang menerangi jalan desa terutama menuju kebun-kebun kopi.
Dengan adanya penerangan jalan pada malam hari, membantu petani agar bisa beraktivitas di kebun pada malam atau menjelang pagi.
Tag
- # Menhan Prabowo Subianto
- # Prabowo Subianto
- # Capres 2024
- # Partai Gerindra Sumsel
- # gerindra sumsel
- # pencari harta karun
- # Sungai Musi
- # emas kuno
- # emas sriwijaya
- # PT Pertamina
- # Geothermal
- # Pertamina Geothermal Energi
- # Pertamina Geothermal Energy
- # pertamina
- # mahasiswa Polsri
- # Berita Sumsel
Berita Terkait
-
Kisah Kelompok Tani Suku Sakai Bangkit dan Berdaya di Tanah Rawan Bencana
-
BRI Fasilitasi Kredit Joint Borrower Bagi Pertamina Grup
-
BRI dan Pertamina Grup Berkolaborasi untuk Majukan Industri Oil and Gas
-
BRI Fasilitasi Kredit Joint Borrower Bagi Pertamina Grup
-
Pasokan Pertalite di Kalbar Masih Aman, Warga Diimbau Jangan Panic Buying
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Alex Noerdin: Kronologi Lengkap Tiga Kasus Korupsi dan Status Gugur Demi Hukum
-
HUT ke-45, PT Bukit Asam Tebar Energi Kebaikan Lewat Bantuan Pangan dan Edukasi Gizi
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
Jadwal Imsak & Salat Palembang 26 Februari 2026 Hari Ini, Catat Waktu Sahur dan Magrib
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini